SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berencana mengajukan bantuan pengadaan perahu tambang Bengawan Solo kepada kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang beroperasi di Bojonegoro.
“Desain perahu dari salah satu universitas di Surabaya,” ujar Kepala Dishub Bojonegoro Iskandar, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (25/10/2016).
Keberadaan KKKS baik itu ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ), Pertamina EP Asset IV, dan Pertamina EP Cepu (PEPC) diharapkan mendukung program pemerintah melalui program corporate sosial responbility (CSR) terkait penambangan perahu Bengawan Solo.
“Kalau hanya mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), nilainya terlalu besar. Karena ada 78 lokasi penambangan perahu,” imbuhnya.
“Kalau pengadaan perahu tambang melalui APBD ya biasanya hanya satu perahu dalam setahun sehingga dibutuhkan bantuan pihak luar,” jelas pria berkumis tebal itu.
Dengan adanya perahu tambang yang baru tersebut, diharapkan mampu menggantikan perahu tambang sekarang. Sehingga, bisa meningkatkan keamanan penumpang yang menyeberangi Sungai Bengawan Solo.
Desain perahu tambang Bengawan Solo dari Institute Tekhnologi Surabaya (ITS) ini, memanfaatkan bahan besi atau fiber dilengkapi kerangka besi dengan panjang 12 meter dan lebar 2,6 meter.
“Desain ini lebih mutakhir dibanding milik penambang sekarang. Karena tidak dilengkapi dengan kerangka. Jadi sudah tidak layak pakai sebenarnya,” pungkasnya.(rien)