SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro –Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku segera berkoordinasi dengan operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), terkait bau tidak sedap yang membuat sebagian warga Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam keracunan.
“Segera kami hubungi EMCL, apakah mereka sudah menyiapkan tenaga medis di tempat warga yang keracunan,” ujar Kabid Laboratorium, BLH, Hari Susanto, saat dihubungi suarabanyuurip.com, Rabu (26/10/2016).
Menurutnya, apabila BLH melakukan pengecekan di lapangan dimungkinkan bau sudah menghilang. Sehingga belum mengetahui secara pasti bau tersebut mengandung gas Hydrogen Sulfide (H2S) atau tidak.
“Namun yang jelas apabila bau tersebut menimbulkan gejala mual, pusing, dan mutah-mutah hingga lemas badan merupakan paparan dari H2S yang melebihi 10 ppm,” tegasnya.
Sementara itu, juru bicara dan humas EMCL, Rexy Mawardijaya, saat dikonfirmasi menyampaikan, tim dari EMCL sudah berada di lokasi untuk melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.
“Kami terus berusaha keras mengurangi bau yang dapat muncul secara sementara selama tahap start up dan commissioning berlangsung,” tegasnya.Â
Pihaknya akan segera mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya. Selain itu mempersilahkan untuk menghubungi EMCL apabila terdapat pertanyaan berkaitan dengan hal ini.
“Kami mohon maaf atas segala ketidak nyamanan yang ditimbulkan dan akan terus berkomunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan mayarakat mengenai kegiatan operasi kami,” pungkasnya.
Seperti diketahui, sebagian warga Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur mengalami keracunan setelah mencium bau tidak sedap.
Bau menyerupai telur busuk tersebut diduga berasal dari flare Banyuurip, Blok Cepu yang menyebabkan lima warga mengalami mual, pusing kepala, dan mutah-mutah dan harus dirujuk ke Pusat Kesehatan Umum (PKU) Kalitidu dan puskesmas.(rien)