Proyek Jaringan Listrik Bojonegoro Tersendat

Bantuan PLTS

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Percepatan penuntasan jaringan listrik untuk 34 dusun di sembilan kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dipastikan tertunda. Hal ini menyusul telah ditetapkannya perturan daerah (Perda) tentang Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK).

Dengan disahkannya regulasi tersebut secara otomatis terjadi perubahan status dinas karena penggabungkan dari beberapa dinas yang masih serumpun atau sejenis. Salah satunya adalah Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan dibubarkan.

Padahal selama ini tugas Dinas ESDM salah satunya menangani masalah kelistrikan. Namun karana ada aturan tersebut, secara tekhnis akan ada penggabungan seperti bidang kelistrikan dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU).
Dengan kondisi tersebut plot anggaran yang sudah direncanakan untuk proyek penerangan listrik di 34 dusun juga akan mengalami perubahan.

“Program itu dari dulu ditangani ESDM baik sebelum menjadi dinas,” ujar Kepala Bidang Kelistrikan Dinas ESDM, Sutanto kepada suarabanyuurip.com, Senin (31/10/2016).

Kekurangan pemasangan jaringan listrik di 34 dusun tersebut rencananya akan diteruskan pada tahun 2017 mendatang. Namun dengan dibubarkannya Dinas ESDM, maka dipastikan akan dilanjutkan oleh instansi yang ditunjuk.

Baca Juga :   Wartawan Blora Ikuti KLW

“Kalau kami pegawainya belum tahu akan kemana, apakah masih di bidang yang sama atau tidak. Tergantung atasan,”tandasnya.

Sesuai data di Dinas ESDM Bojonegoro, untuk tahun 2016 ini, ada 13 lokasi yang sudah terpasang jaringan listrik. Satu diantaranya dibangun oleh PLN, sedangkan untuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) ada di satu lokasi yaitu di Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem dengan total anggaran kurang lebih Rp13 miliar. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *