SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Semarang – Industri hulu minyak dan gas bumi (Migas) menjadi tanggungjawab semua pihak agar dapat memberikan kemakmuran bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.
Demikian disampaikan Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jabanusa Ali Masyar saat membuka Lokakarya Media dan Forum Komunikasi Kehumasan Industri Hulu Migas (FKKIHM) Periode III SKK Migas – KKKS Jabanusa, Rabu (2/11/2016).
Ali Masyar mengingatkan agar industri hulu migas dikelola dengan baik sehingga dapat memberi manfaat. Karena itu semua pihak sama-sama memiliki tanggungjawab untuk menjaga kelancaran kegiatan hulu migas.
“Masalah migas bukan hanya kepada SKK Migas, KKKS, dan pemerintah. Tapi tanggungjawab kita bersama,” tegasnya.
Lokakarya ini menghadirkan sejumlah narasumber. Yakni Budayawan Prie GS, Direktuur Utama PT. Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat yang membawakan materi gas menjadi pendorong pertumbuhan industri.
Kemudian Direktur Pembinaan Program Migas Dirjen Migas Kementerian ESDM, Agus Cahyo Adi yang membawakan materi tata kelola gas bumi, Anggota Komisi VII DPR RI, Satya W Yudha  dengan materi prinsip-prinsip komersialisasi dan pemanfaatan gas untuk peningkatan perekonomian, serta Kepala Divisi Komersialisasi Gas Bumi SKK Migas, Sampe L Purba.
Lokakarya diawali dengan Budayawan asli Semarang, Prie GS. Dengan gaya khasnya mantan Kartunis itu menyampaikan masalah intlektualitas yang digambarkan dengan contoh dan perbandingan yang kerap mengundang tertawa para peserta. (suko)