SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia‬
‪Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku, masih melakukan kajian terhadap permintaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) untuk penambahan modal.‬
“Oleh pimpinan (Bupati) diminta untuk mengkaji dulu,” ujar Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Bojonegoro, Helmi Elisabeth, saat ditemui suarabanyuurip.com dikantornya, Kamis (3/11/2016).‬
‪Menurutnya, besaran modal yang akan ditambahkan nanti tergantung hasil kajian. Tim ekonomi perlu mengetahui penambahan modal itu untuk bisnis apa, berpeluang bisnis atau tidak.‬
‪”Seperti misalnya untuk pengelolaan Blok Tuban, nah kita perlu tahu dulu seperti apa menjalankannya. Kita kaji dulu,” imbuhnya.‬
‪Selain itu, Bagian Perekonomian juga masih menunggu Pendapatan Asli Daerah atau PAD dari PT BBS tahun 2016 yang baru diterima tahun 2017 mendatang.‬
‪”Hal ini untuk bahan evaluasi apabila PAD yang diterima tidak memenuhi target. Mengapa tidak terpenuhi, kendalanya apa,” ungkapnya.‬
Menurut ‪Helmi, saat ini PT BBS tengah mengerjakan bisnis yang tengah on going atau dalam proses. Bukan pekerjaan yang langsung bisa berjalan dan menghasilkan pendapatan besar.‬ (rien)