SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Tingginya sebaran makanan maupun ikan yang ditengarai berformalin di wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur menjadi perhatian serius dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat. Karena konsumsi makanan yang mengandung formalin berlebih dapat memicu penyakit kanker.
“Harus hati-hati ketika memilih makanan kemasan, maupun ikan,†kata Kepala Dinkes Tuban, Saiful Hadi, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di kantornya, Jumat (4/11/2016).
Saiful menegaskan, peredaran makanan yang mengandung formalin sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Bahkan dapat memicu sel kanker dalam tubuh, maupun berujung pada kematian jika dosisnya tinggi.
Lebih parahnya lagi jika formalin tertelan, dan masuk ke dalam tubuh manusia dapat merusak organ pencernaan. Pada mulanya pertama akan muncul sensani terbakar di kerongkongan, tenggorokan, hingga perut pun merasa terbakar.
“Sebenarnya formalin adalah bahan pengawet fornitur, atau kayu,†imbuhnya.
Melihat data yang dikantongi Dinas Perikanan dan Kelautan, pihaknya prihatin dengan maraknya ikan asin, dan pindang yang berformalin. Padahal kedua makanan tersebut saat ini menjadi menu primer bagi sebagian masyarakat pedesaan.
“Saat ini terpenting masyarakat mengetahui ciri-ciri makanan yang mengandung formalin,†jelasnya.
Semakin cepat mengetahui ciri makanan atau ikan berformalin, resiko kanker dapat diminimalisir. Ciri yang paling mudah mengenali makanan berformalin yakni tekstur maupun tampilan luarnya.
Sementara, Kabid Pengolahan Hasil Perikanan (PHP) Dinas Perikanan dan Kelautan Tuban, Pujianto, membenarkan jika ikan berformalin sudah menyebar di 20 kecamatan. Paling banyak di Kecamatan Bancar, dan Palang.
“Untuk kecamatan lainnya juga sama, di beberapa pasar tradisional juga ditemukan ikan berformalin,†tutupnya. (Aim)