SuaraBanyuurip.com - ‪Totok Martono
Lamongan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur, berani menargetkan tidak ada rumah warganya yang berlantai tanah dalam jangka dua tahun kedepan. Itu disampaikan Bupati Fadeli di sela-sela menerima kunjungan legislator DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eni Maulani Saragih, Kamis (3/11/2016).
Fadeli menyatakan, pemerintahannya tidak hanya memberi perhatian pada bidang lingkungan dengan secara berkelanjutan mengkampanyekannya melalui Program Lamongan Green and Clean (LGC). Namun juga bidang kesehatan, yang kini diberikan perhatian lebih.
Diantaranya dengan mencanangkan Lamongan Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF).
“Anggaran untuk mewujudkan Lamongan ODF ini sudah siap. Sementara di dua tahun mendatang, melalui program bantuan serupa, kami menargetkan sudah tidak ada lagi rumah warga Lamongan yang berlantai tanah,“ kata dia saat menghadiri Sosialisasi Pengembangan Bank Sampah dalam Infrastruktur Hijau di Gedung Graha Bhineka Karya Korpri Lamongan, Kamis (3/11/2016).
Sedangkan Eni Maulani Saragih mengatakan, sosialisasi bank sampah dan pemberian bantuan dalam rangka infrastruktur hijau dilakukan di Lamongan karena Kota Soto itu memiliki program pro lingkungan, LGC. Proghram tersebut seperti dikatakannya sanggup merangsang tumbuhnya hingga 12 ribu bank sampah yang terus aktif hingga saat ini.
Kondisi saat ini, timbulan sampah di Lamongan mencapai 532,25 ton atau 2.142,28 meter kubik perhari. Sementara timbulan sampah yang masuk ke TPA mencapai 109,82 meter kubik perhari.‬
Melalui berbagai program, termasuk bank sampah, timbulan yang masuk ke TPA diharapkan bisa berkurang hingga 35 persen.
Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Bupati Fadeli menyebut ada 85 unit rumah di Lamongan yang benar-benar tidak layak huni. Dan itu yang akan didahulukan untuk menerima bantuan.
Sementara itu, ada juga sebanyak 9.460 unit rumah yang masih berlantai tanah sehingga belum memenuhi standar kesehatan.(tok)