Fogging Berlebih Sebabkan Ekosistem Terganggu

kadinkes tuban saiful

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban, Jawa Timur menghimbau masyarakat untuk memperhatikan jangka waktu fogging pasca adanya penderita Demam Berdarah Dengue (DBD). Asap fogging yang mengandung racun tersebut dapat merusak tatanan ekosistem lingkungan sekitar.

“Racun yang terkandung dalam asap fogging bukan hanya membunuh jentik nyamuk, namun serangga atau mikroorganisme yang dibutuhkan tumbuhan juga punah,” kata Kepala Dinkes Tuban, Saiful Hadi, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (5/11/2016).

Mengantisipasi hal demikian, pihaknya menginstruksikan supaya fogging hanya dilakukan sekali dalam jangka waktu dua bulan pasca adanya penderita DBD yang digigit nyamuk Aides Aigepty. Itupun dalam radius satu Rukun Warga (RW) rata-rata 200 Kepala Keluarga (KK).

Saiful menjelaskan, selama tahun 2016 pelaksanaan fogging baru dilakukan 179 kali, dan sesuai jumlah pasien yang terjangkit virus DBD. Selain itu, pihaknya tidak merekomendasikan lebih, dan tidak mau menanggung resiko jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Tahun ini Tuban masih normal jumlah penderita DBD-nya dibandingkan tahun sebelumnya,” imbuhnya.

Baca Juga :   Pembangunan Lambat, DPRD Bojonegoro Kunjungi Puskesmas Tanjungharjo dan Minta Progres Dipercepat 

Dua tahun sebelumnya penderita DBD di Tuban mencapai 200 per 100 ribu orang. Melalui gerakan Jumat bersih dan gotong royong membersihkan lingkungan, setiap tahun menunjukkan tren menurun.

Bagi masyarakat yang belum memahami pencegahan DBD, maupun gejalanya dapat berkordinasi dengan petugas puskesmas setempat maupun petugas Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Semakin cepat mengetahui pencegahan DBD, semakin kecil pula resiko yang dialami masyarakat.

“Tahun ini ada satu penderita DBD asal Kecamatan Bancar yang meninggal, semoga tidak bertambah,” pungkasnya. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *