Indonesia Terpuruk Sektor Perminyakan

Priandono skk migas

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Jogjakarta – Saat ini Indonesia mengalami keterpurukan sektor perminyakan. Pasalnya, dari kebutuhan minyak Indonesia yang diperkirakan mencapai 1,7 juta barel per hari (Bph) namun produksi Indonesia hanya 800.000 bph. Hal itu menunjukkan jika Negara ini tidak kaya akan Sumber Daya Minyak dan Gas (Migas).

“20 persen produksi Indonesia itü berasal dari produksi operator Blok Cepu ExxonMobil Cepu Limited (EMCL),” ungkap Prihandono Hernanto, perwakilan Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jabanusa saat menyampaikan materi terkait bisnis hulu Migas, pada acara Worshop Merintis dan mengelola Media di Jogjakarta, Sabtu (5/11/2016).

Sekadar diketahui, produksi EMCL Saat ini masih bertahan pada level 185.000 Bph pada tahun 2016 ini.

Dia menambahkan, Industri hulu Migas menjadi penyumbang terbesar dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Dalam Industri tersebut, pemerintah melalui SKK Migas melakukan kerja sama dengan Kontraktor dalam melakukan eksplorasi maupun eksploitasi.

“Tidak memakai APBN dalam industri hulu Migas,” tandasnya. (Ams)

Baca Juga :   PPSDM Migas Dukung Proyek Strategis Nasional NGRR Tuban

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *