SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku kalang kabut dengan turunnya dana bagi hasil minyak dan gas bumi (DBH Migas) untuk pendidikan.
Kepala DPU, Andi Tjandra, mengatakan, dari anggaran yang ditetapkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) induk sebesar Rp41 miliar, berkurang menjadi Rp33 miliar, dan berkurang lagi sebesar Rp29 miliar.
“Nah ini akan menjadi beban. Karena kita sudah menenderkan dan menargetkan DBH Migas pendidikan tahun ini selesai semua,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com, Senin (7/11/2016).
DPU seharusnya telah menyelesaikan semua pembangunan gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) baru. Dari total 70 paket pekerjaan, hanya kurang dua ttitik saja yang rencananya selesai bulan Oktober 2016 ini.
Karena DPU telah melakukan tender sesuai APBD induk sebesar Rp41 miliar, maka pemerintah kabupaten (Pemkab) tetap harus mempertanggungjawabkan kekurangan anggaran akibat turunnya DBH Migas.
“Ya tetap harus dibayar, tapi belum tahu ini caranya bagaimana,”pungkasnya.(rien)