Pemerintah Undur Waktu Kelola Blok Migas Rusia

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Kesempatan Pemerintah Pusat melalui Pertamina (Persero) untuk mengelola Blok Minyak dan Gas Bumi (Migas) di Rusia tampaknya diundur hingga tahun 2017 mendatang. Kesempatan tersebut merupakan keuntungan dari teken Memorandum of Understanding (MoU) Kilang Tuban, Jawa Timur bersama Rosneft dalam framework agreement pada 26 Mei 2016 lalu.

“Hingga bulan November 2016, Pertamina masih mengevaluasi keuntungan mengelola Blok Migas di Rusia,” kata Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam, dalam siaran persnya, Senin (7/11/2016).

Dalam kesepakatan tersebut Rosneft mendapat kesempatan membangun Kilang Tuban, sedangkan Pertamina dapat mengelola Blok Migas di Rusia. Pertamina nantinya akan mendapatkan blok Migas yang dimiliki Rosneft. Artinya 100 persen punya Rosneft, akan di share down ke Pertamina.

Terkait besaran hak kelola yang ingin dimiliki Pertamina. Pihaknya menegaskan bahwa Pertamina tidak akan menjadi operator di dua blok tersebut.

Direktur Utama (Dirut) Pertamina, Dwi Soetjipto beberapa waktu lalu menjelaskan, jika Pertamina akan memperoleh 15 persen hak kelola di masing-masing blok tersebut.  

Baca Juga :   Janji Rekrut 21 Naker, Baru 3 yang Bekerja

Cadangan minyak yang ada di dua blok itu mencapai 200 juta barel. Pemerintah berharap blok tersebut dapat menambah produksi minyak bumi yang dibawa ke Indonesia sebesar 35 ribu barel per hari (bph). (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *