SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tuban mencatat progres investasi di wilayahnya kini berada diurutan kelima se-Jawa Timur (Jatim). Rata-rata kenaikan investasi pertahun dalam kurun waktu lima tahun terakhir mencapai 360 persen.
“Dari 38 kabupaten/kota se-Jatim, Tuban menjadi daerah kelima yang menjadi tujuan investor untuk menanamkan sahamnya baik skala regional, nasional, hingga internasional,†kata Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Industri, Perdagangan, Koperasi dan Pariwisata Bidang Perekonomian Bappeda Tuban, Suwanto, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (8/11/2016).
Dalam skala Jatim, Kota Surabaya masih menjadi tujuan investasi utama, kemudian disusul Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Pasuruan, kemudian Tuban.Â
Disinggung soal faktor yang mendorong naiknya investasi di Tuban, Wanto menjelaskan bahwa iklim investasi di wilayahnya kondusif, ditambah kondisi geografis yang memudahkan aksesibilitas sarana transportasi darat dan laut.
Ketersediaan sumber daya alam sebagai bahan baku industri juga menjadi faktor pendukung investasi. Ditambah standar upah yang kompetitif, ketersediaan energi, jaringan telekomunikasi, serta jasa perbankan.
Alasan lain yang mendorong investor ke Tuban yakni mulai jenuh dan terbatasnya wilayah pengembangan industri di Kota Surabaya dan sekitarnya. Kondisi tersebut memacu sebaran investasi kearah daerah penyangga pusat pertumbuhan industri.
“Sektor terbesar yang paling diminati oleh investor yakni sektor industri manufaktur, perdagangan, perhotelan, jasa dan pelayanan kesehatan,†jelasnya.
Wanto membeberkan data investasi Tuban untuk tahun 2011 sebesar Rp 1,925 triliun, tahun 2012 sebesar Rp5, 942 triliun, tahun 2013 sebesar Rp 4,003 triliun, tahun 2014 sebesar Rp 4,757 triliun, dan terkahir tahun 2015 sebesar Rp61,139 triliun. (aim)