SuaraBanyuurip.com - Ali Imron‬
‪Tuban – Puluhan penambang sumur tua Kawengan meminta PT Geo Cepu Indonesia (GCI) segera mengembalikan mobil tambang yang disita dalam penertiban, Rabu (9/11/2016). Hingga pukul 17:00 WIB puluhan penambang masih berjaga di depan kantor pos Security GCI di Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur untuk meminta kejelasan kepada perusahaan.‬
“Kami menuntut agar mobil yang biasa kami buat menambang dikembalikan,” kata salah satu peserta unjuk rasa yang enggan disebut namanya, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (9/11/2016).‬
‪Pria bertubuh kekar bersama penambang lainnya tetap bersikukuh bertahan di depan pos security GCI. Selama tuntutannya belum dipenuhi, pihaknya tidak akan meninggalkan pos.‬
‪Sekretaris Desa Banyuurip, Abdul Haris, membenarkan adanya penertiban yang dilakukan pihak GCI bersama aparat keamanan di Wilayah Kerja Penambangan (WKP) Kawengan.‬
‪”Penertibkan tersebut menyusul rencana GCI selaku KSO Pertamina mengelola sumur tua,” sambungnya.‬
‪Dalam penertiban siang tadi, pihak GCI bersama aparat langsung mengamankan mobil penambang yang biasa digunakan sebagai akomodasi pulang pergi. Sekaligus membawa minyak mentah ke penyuling di wilayah setempat.‬
‪Informasi yang dihimpun suarabanyuurip.com, pada hari Kamis (10/11) besok penambang bersama Pemdes Banyuurip, bersama GCI bakal melalukan mediasi di Balai Desa Banyuurip pukul 10:00 WIB. (Aim)‬