SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Operasi tambang pasir mekanik di Sungai Bengawan Solo yang dilakukan Kepolisian Resor Bojonegoro, Jawa Timur, di Desa Kanten, Kecamatan Trucuk, tak membuahkan hasil, Rabu (9/11/2016). Ditengarai operasi tersebut bocor sehingga saat petugas tiba di lokasi tidak menemukan satupun pekerja maupun pemilik tambang.
Sebelumnya akitivitas penambangan pasir mekanik di wilayah tersebut sudah sering dikeluhkan warga karena ditakutkan merusak lingkungan.
“Saat petugas mendatangi lokasi, ternyata sepi tidak ada orang sama sekali,” kata Kapolres Bojonegoro, AKPB Wahyu S Bintoro kepada suarabanyuurip.com, Rabu (9/11/2016).
Meskipun sepi, semua peralatan untuk menambang masih berada di tempat. Petugas kemudian mengamankan 4 unit disel dan jep yang telah digunakan untuk menyedot pasir.
“Sementara tiga unit disel lainnya dibakar dan ditenggelamkan,” tegas Wahyu.
Wahyu menambahkan, operasi tambang pasir mekanik akan terus dilakukan karena telah melanggar aturan dan merusak lingkungan.(rien)