SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban, Jawa Timur, meminta Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa dan Keluarga Berencana (Bapemas Pemdes dan KB) supaya memproyeksikan penyerapan Dana Desa (DD) tahun 2017 fokus pada pemberdayaan masyarakat. Permintaan tersebut lantaran selama ini DD banyak yang terserap untuk membangun infrastruktur desa.
“Hal ini akan kami sampaikan ke Bappemas supaya dapat ditindaklanjuti,” kata Ketua Komisi B DPRD Tuban, Karjo kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (12/11/2016).
Karjo menjelaskan, selama ini DD banyak dioptimalkan Pemerintah Desa (Pemdes) dalam hal infrastruktur desa. Hasil pantauannya selama ini belum ada desa di Kabupaten Tuban yang memanfaatkan DD dari pusat maupun ADD yang bersumber dari pemerintah daerah untuk pemberdayaan dan usaha milik desa.
Menurutnya DD untuk infrastruktur bermanfaat membuka lapangan kerja bagi masyarakat, dan mampu menumbuhkan ekonomi di desa. Selanjutnya perlu adanya kegiatan lain untuk meningkatkan ekonomi setelah infrastruktur terbentuk.
“Tahun ini proyeksi DD sudah cukup untuk infrastruktur, dan kedepan harus diarahkan ke pemberdayaan,” imbuhnya.
Secara bertahap, pemanfaatan DD untuk pemberdayaan sangat penting dalam jangka panjang. Peningkatan ekonomi di desa dapat dilakukan melalui pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau koperasi desa.
BUMDes atau Koperasi tersebut harus mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal. Salah satunya begerak di usaha pertanian dengan cara menyediakan bibit dan obat-obatan.
“Jika setiap BUMDes di masing-masing desa bergerak sesuai potensinya maka bakal meningkatkan ekonomi warga secara perlahan,” pungkasnya.
Beberapa waktu lalu, Kabag Humas dan Media Pemkab Tuban, Teguh Setyabudi, menjelaskan jika target Pemda membentuk 328 desa memiliki BUMDes meleset. Hingga tahun 2016 baru ada 18 desa yang memiliki BUMDes.
Tercatat, 18 desa yang memiliki BUMDes meliputi, Desa Ngadipuro, Desa Sumberjo, Desa Kujung, Kecamatan Widang. Desa Plandirejo, Desa Plumpang, Desa Cangkring, Desa Sumberagung Kecamatan Plumpang. Kemudian, Desa Leran Wetan Kecamatan Palang.
Desa Rengel, Kecamatan Rengel. Desa Sugihan, Kecamatan Merakurak. Desa Wadung, Kecamatan Jenu. Desa Tenggerwetan, Kecamatan Kerek. Desa Gesikan, Kecamatan Grabagan. Desa Jatisari dan Desa Sendang, Kecamatan Senori. Desa Bringin, Desa Montongsekar, Kecamatan Montong.
“Terakhir Desa Binangun, Kecamatan Singgahan,†pungkasnya. (aim)