Katar Mojodelik Ciptakan Aplikasi Deteksi Gas

Kartar Mojodelik

SuaraBanyuurip.comD Suko Nugroho

Bojonegoro –  Ide kreatif muncul dari Karang Taruna (Katar) Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Pemuda desa penghasil migas Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, itu mampu membuat aplikasi pendeteksi gas hidrogen sulfida (H2S).

Hal itu terungkap saat rombongan Katar Mojodelik melakukan diskusi dengan pimpinan manajemen ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dalam kunjungan ke area operasi Lapangan Banyuurip Blok Cepu pada Senin (14/11/2016).

Aplikasi pendeteksi gas H2S itu berupa telepon pintar yang diciptakan oleh Sekretaris Katar Mojodelik, Zakaria. Aplikasi tersebut dia ciptakan untuk menjawab berbagai kekhawatiran warga.

Menurut Zakaria, dengan aplikasi ini, warga bisa mengetahui kadar gas berbahaya di udara. “Namun saat ini belum masuk di daftar Play Store,” ucap Zakaria yang disambut baik oleh manajemen EMCL.

Topik mengenai gas H2S ini sangat menarik perhatian rombongan karang taruna dari enam dusun di Mojodelik. Mereka banyak melontarkan pertanyaan mengenai bagaimana cara operator menangani gas berbahaya tersebut.

Semua pertanyaan itu dijawab dengan lugas dan jelas oleh penanggungjawab tim kesehatan EMCL, Lamijan. Selain menjelaskan tentang aspek kesehatan dan lingkungan, Lamijan memaparkan bagaimana tim emergency EMCL bekerja, terutama ketika ada potensi gas yang ke udara bebas.

Baca Juga :   Tahun Ini Kementerian ESDM Segera Implementasikan BBN Bioetanol E5

“Jika ada gas berbahaya keluar, pendeteksi gas yang kita tempatkan di berbagai titik strategis akan secara otomatis berbunyi dan dengan sistem yang teritegrasi akan secara otomatis menutup sumur,” papar Lamijan.

Dia juga menjelaskan mengenai gas hidrogen sulfida (H2S) dan karakteristiknya.

Selain masalah gas, para pemuda itu juga ingin mengenali lebih dekat proyek negara yang ada di desa mereka. Terutama perkembangan setelah selesainya proyek konstruksi.

“Sebagian besar sumur Lapangan Banyuurip ini kan ada di desa kami, jadi kami harus tahu lebih banyak,” timpal Ketua Katar Mojodelik, Adi Yusuf.

Semua itu dijawab secara terperinci oleh pimpinan EMCL. Termasuk mengenai kegiatan di dalam proyek produksi yang disampaikan Wakil Kepala Teknik Tambang EMCL, Teguh Heru Susanto.

Sesuai diskusi karang taruna diajak ke fasilitas pengoperasian Central Processing Facility (CPF). Salah satunya peserta diajak turun di Ruang Pusat Kendali (Central Control Room/CCR).

Di sana karang taruna bisa melihat bagaimana semua fasilitas dimonitor dan dikendalikan. Dari beberapa monitor, mereka bisa melihat aliran minyak dan gas di seluruh fasilitas operasi.

Baca Juga :   SKK Migas Akan Lakukan Investigasi

“Kita jadi tahu mekanisme kerja di sini. Semua serba canggih, serba komputer,” ujar perwakilan Karang Taruna Dusun Rambitan, Edy Supra Eko.

Peserta nampak antusias dan bersemangat. Berbagai penasaran mereka terhadap sistem kerja di mega proyek migas tersebut terjawab sudah.

“Kesempatan seperti ini yang kita harapkan. Dukungan Katar Mojodelik terhadap proyek negara ini tentu sangat dibutuhkan untuk mewujudkan suksesnya operasi,” ungkap Edy lagi.

Dia menambahkan, Katar Mojodelik optimis proyek ini akan memberi manfaat positif untuk perkembangan warga Mojodelik.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *