SuaraBanyuurip.com - Ali Imron‬
‪Tuban – PT Geo Cepu Indonesia (GCI) selaku Kerja Sama Operasi (KSO) Pertamina Eksplorasi Produksi (PEP) hari ini menjadwalkan sosialisasi peraturan dan pengelolaan lingkungan hidup kepada stake holder terkait. Kegiatan tersebut rencananya berpusat di kantor Distrik 1 KSO PEP-GCI Kawengan, Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.‬
‪”Sesuai jadwal sosialisasi akan berjalan mulai pukul 14:00 WIB tepat hingga selesai,” kata General Manager (GM) PT GCI, Irfan Sutan, melalui surat undangan nomor 11-661/OL/GCI/2016/S1 yang diterima suarabanyuurip.com, Rabu (16/11/2016).‬
Dalam undangan itu dijelaskan jika sosialisasi ini sebagai dukungan awal dalam rangka pelaksanaan operasi Minyak dan Gas Bumi (Migas). Sekaligus bersinergi dengan lingkungan, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang hulu Migas.‬
‪Irfan melanjutkan, dalam sosialisasi nantinya akan dihadiri perwakilan dari Pertamina EP Asset 4, Polres Bojonegoro, Muspika Kedewan, Polsek Senori, Polres Tuban, dan Pemerintah Desa (Pemdes) Banyuurip, Kecamatan Senori.‬
‪”Kami harapkan semua undangan hadir guna mewujudkan ketertiban dan penataan lingkungan hidup yang lebih baik di Wilayah Kerja (Wilker) KSO PEP-GCI,” tutupnya.‬
‪Beberapa waktu lalu, Humas PT GCI, Yenny Hartati, menjelaskan, apabila jumlah sumur yang dikelola PT GCI berjumlah 172 sumur. Dari jumlah tersebut kini yang masih aktif produksi hanya 40 sumur.‬‬
‪‪Sesuai kontraknya sumur tersebut mulai dikelola GCI tanggal 16 Agustus 2013 hingga 16 Agustus 2023. Hingga kini beberapa sumur masih ada yang dikelola warga, salah satunya sumur Kawengan 57 di Desa Banyuurip, Kecamatan Senori. (Aim)