SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku berusaha mendukung semua upaya kegiatan usaha yang dilakukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) setempat, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS).
“Kita terus berupaya agar usaha PT BBS semuanya berjalan dan memberikan kontribusi kepada daerah,” ujar Sekretaris Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (22/11/2016).
Saat ini, upaya PT BBS yang masih berjalan di antaranya pekerjaan pembangunan tempat pembuangan sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) milik operator migas Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina – Petrochina East Java (JOB P-PEJ).
Kemduian pekerjaan jual beli sulfur di Lapangan Banyuurip dan pengajuan sebagai penjual hak migas dari Badan Kerja Sama (BKS) Participating Interest (PI) Blok Cepu.Â
“Semua masih proses lelang,” ujar politisi asal Partai Amanat Nasional ini.
Sedangkan untuk pekerjaan pembangunan pasar Malo, lanjut Lasuri, PT BBS dinyatakan kalah lelang dan saat ini dalam sanggahan. Potensi pendapatan dari pekerjaan tersebut sebesar Rp600 juta.
“Kalau untuk pendapatan tahun 2016 ini sudah seratus persen terpenuhi dari target kurang lebih sembilan belas miliar,” ujarnya.
Sementara itu, dari data yang diperoleh suarabanyuurip.com menyebutkan, Rencana Anggaran Bisnis yang diajukan PT BBS untuk tahun 2017 diantaranya investasi Blok Tuban, Blok Malo, Modal kerja di PT EDBS, CNG Plant, LPG Plant, Power plant, Mini refinery dengan total investasi sebesar Rp208 miliar.(rien)Â