Pendapatan Tuban Triwulan Tiga Capai 76,19 persen

kabag humas Tuban

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – Pendapatan Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, hingga triwulan ketiga tahun 2016 baru mencapai Rp 1.671.158.456.947,17 dari target sebesar Rp 2.193.365.429.969,11, atau terealisasi 76,19 persen. Perolehan tersebut paling banyak bersumber dari dana perimbangan sebesar Rp 1.091.997.588.347,00.

“Kami optimis akhir tahun target pendapatan daerah akan terpenuhi,” kata Kepala Bagian Humas dan Media Pemkab Tuban, Teguh Setyabudi, kepada suarabanyuurip.com, melalui pesan singkatnya, Kamis (24/11/2016).

Teguh menjelaskan jika Pendapatan Daerah Kabupaten Tuban berasal dari tiga sumber. Pertama dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) meliputi Pajak Daerah terealisasi Rp 132.797.800.554,60 dari target Rp 161.492.051.520,00. Retribusi Daerah terealisasi Rp 13.613.425.738,00 dari target awal Rp 19.029.827.549,00.

Kemudian Hak Pegelolaan Daerah yang dipisahkan terealisasi Rp 10.992.027.386,84 dari target Rp 11.081.531.774,73. Terakhir dari lain-lain PAD yang sah terealisasi Rp 117.635.092.107,00 dari target awal sebesar Rp 146.621.901.191,38. Realisasi tersebut apabila dipresentasikan baru mencapai 81,32 persen dari total target PAD Rp 338.225.312.035,11.

Sumber kedua dari Dana Perimbangan meliputi, dana bagi hasil pajak baru terealisasi Rp 59.335.173.622,00 dari target Rp 64.943.276.000,00. Dana bagi hasil bukan pajak/SDA terealisasi sebesar Rp 17.896.759.639,00 dari target Rp 21.521.898.000,00.

Baca Juga :   Kacab Wahyu Subakdiono Imbau Warga SH Terate Tidak Merayakan Akhir Tahun dengan Konvoi

Dana Alokasi Umum (DAU) terealisasi Rp 815.439.561.086,00 dari target Rp 1.046.758.509.000. Sedangkan untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) baru terealisasi Rp 199.326.094.000 dari target awal sebesar Rp 369.930.717.400. Apabila diprosentasikan baru mencapai 72,70 persen.

Selain itu, sumber ketiga berasal dari lain-lain pedapatan daerah yang sah meliputi, dana bagi hasil dari provinsi terealisasi Rp 83.072.543.813 dari target sebesar Rp 101.935.738.534. Dana penyesuaian dan otonomi khusus antara target awal dan terealisasi telah 100 persen yakni Rp 197.768.399.000. Terakhir dari bantuan keuangan dari provinsi terealisasi Rp 23.281.580.000 dari target awal Rp 53.281.580.000.

“Kita pastikan akhir tahun akan ada tambahan DAU dari pusat yang dipotong per 1 September 2016 lalu,” pungkasnya. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *