SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Sebanyak delapan kontainer pengangkut alat berat pemboran Minyak dan Gas Bumi (Migas) mulai hari Kamis (25/11) malam telah tiba di lokasi Sumur Albatros Putih (ABP-1) di Desa Jamprong, Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Kedatangan perdana kegiatan moving tersebut, disambut hangat oleh masyarakat setempat.
“Semalam setelah hujan ada 8 kontainer tiba membawa alat berat,” kata Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Jamprong, Imam, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di lokasi pemboran sumur ABP-1, Jumat (25/11/2016).
Imam menjelaskan, pihak manajemen PT. Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI) selaku operator lapangan moving sebenarnya masih ragu untuk melakukan pengiriman alat berat hari Kamis (24/11) malam. Kondisi cuaca yang tidak menentu, mengakibatkan beberapa titik ruas jalan yang dilalui kendaraan licin.
Beruntung sekitar pukul 08:00 WIB hujan mulai reda, dan pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Jamprong langsung menghubungi pihak PT PDSI. Tak lama sekitar pukul 00:00 WIB satu persatu alat tiba dari Sumur Tapen 02 di Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori yang sebelumnya hilang cadangan hidrokarbonnya.
“Langsung saya kabari, dan PT PDSI langsung melakukan mobilisasi alat berat ke lokasi pemboran,” imbuh pria humanis tersebut.
Sebelumnya pada tanggal 21 November 2016, Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Asset 4 Field Cepu telah melakukan sosialisasi moving alat berat terhadap warga terdampak dari Kecamatan Jatirogo, dan Kenduruan.
Eksploration Operation Support, Prabowo Widyo, mengatakan, jika moving akan berlangsung selama dua pekan. Selama kurun waktu tersebut pihaknya berjanji akan memantau serius sekitar jalur kendaraan. Apabila ada kerusakan akan diperbaiki sesuai skala prioritas.
Disamping itu pula, selama moving juga melibatkan warga lokal sebagai flagman atau pengatur lalu lintas menuju sumur ABP-1. Hingga kini ada 4 flagman yang dilibatkan, dua dari warga Jamprong, dan lainnya dari Karang Taruna (Kartar).
Diketahui, target kedalaman drilling pemboran Sumur Albatros Putih (ABP-1) mencapai mencapai 2.500 meter. Kedalaman tersebut lebih dangkal dibandingkan pemboran Sumur Tapen 02 di Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori pada titik 2.700 meter.
Pemboran di lahan seluas 4,9 hektar tersebut sementara hanya satu titik sumur. Sedangkan untuk potensi cadangan Migasnya baru dapat diketahui, atau setidaknya diprakirakan pasca dilakukan Uji Kandungan Lapisan (UKL) setelah sumur dibor dan masuk pada formasi produktif. (Aim)