SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Tim Basarnas Surabaya bersama Kesatuan Pemantau Laut dan Pantai (KPLP), TNI Angkatan Laut, Polairud, dan BPBD Kabupaten Tuban hari ini resmi menghentikan operasi pencarian 11 Anak Buah Kapal (ABK) KM Mulya Jati. Penghentian ini hanya bersifat sementara, jika ditemukan tanda-tanda korban pihaknya bakal membuka lagi operasi selama tujuh hari.
“Sesuai SOP pencarian memang tujuh hari, kemudian hasilnya akan kami laporkan ke Basarnas pusat untuk dievaluasi,” kata Kepala Basarnas Surabaya, Muhammad Arifin, ketika ditemui suarabanyuurip.com, di pelabuhan TPPI, Desa Remen, Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur, Sabtu (26/11/2016).
Arifin menjelaskan, selama pencarian tujuh hari salah satu kendalanya yakni gelombang tinggi. Bahkan di hari terakhir pencarian gelombang dapat mencapai 4 meter.
Timnya juga bersyukur di hari terakhir pencarian (25/11) telah menemukan satu ABK lagi dalam kondisi tidak bernyawa. Korban tersebut ditemukan tepat pukul 10.00 WIB, di titik 5 derajat, 32 menit dengan jarak yang sangat dekat dengan lokasi kejadian.
Untuk identitas maupun ciri-cirinya pihaknya belum dapat menjelaskan, sebab sudah kewenangannya tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim. Timnya hanya bertanggung jawab mencari dan mengevakuasi, sedangkan yang menyampaikan identitas ke rekan media yakni tim DVI.
“Jadi selama tujuh hari pencarian, kami telah menemukan 4 korban dan 11 lainnya belum ditemukan keberadaannya,” imbuh Arifin.
Sementara, perwakilan tim DVI Polda Jatim, Naf’an, juga belum dapat membeber identitas satu jenazah terakhir, saat ini masih proses identifikasi. Selain itu, dari 15 ABK yang tenggelam, tiga diantaranya juga belum diketahui identitasnya.
Sesuai data yang dihimpun suarabanyuurip.com di pos DVI Polda di TPPI Tuban dari 12 ABK KM Mulya Jati diketahui identitasnya meliputi, Anto, Jarto, Wanidi, dan Warno semuanya dari Desa Denasri Wetan, Kecamatan/Kabupaten Batang, Cahyono asal Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan/Kabupaten Batang, Rasito asal Dukuh Klindungan, Desa Degayu, Kabupaten Pekalongan Wetan, dan Purwono selaku nahkoda perahu asal Desa Trimulyo, Juwono.
Lainnya, Joko Purnomo asal Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Nur Slamet asal Desa Margo Tuhu Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Sunardi asal Desa Telogo, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, dan Karjani asal Kabupaten Rembang.
Sedangkan, tiga jenazah yang telah diserahterimakan kepada keluaraganya meliputi, Suwarno (62), asal Gang Gambir Kecamatan/Kabupaten Batang yang awalnya dievakuasi menggunakan kantong mayat nomor 01.
Jenazah di kantong 2 bernama Karjani, asal Desa Pendak, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Sedangkan jenazah di kantong 3 bernama Darmanto asal Gang Gambir Kecamatan/Kabupaten Batang.
Beberapa peralatan yang telah ditemukan tim meliputi, jaring tangkap, terpal, serpihan kapal, papan nama KM Mulya Jati, tali tampar, buritan kapal, lampu, pakaian korban, dan sebuah tas berwarna hitam yang berisi obat-obatan, dan peralatan mandi serta perlengkapan lainnya. (Aim)