SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Pelajar Madrasah Ibtida’iyah (MI) Miftahul Jannah Desa Sonokulon, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, harus berjuang keras agar bisa sampai ke sekolahan mereka. Setiap hari generasi bangsa itu berjalan kaki melewati perbukitan dan bebatuan sepanjang tiga kilo meter.
Gara-garanya jalan di wilayah setempat rusak parah. Mobil pickup bernomor polisi AD 1724 HF warna biru yang selama ini di sediakan pihak sekolah untuk mengangkut mereka terpaksa tidak bisa mengtar sampai depan sekolah.
Setiap kali mobil memasuki jalan rusak dan tanjakan tinggi para pelajar itu diturunkan untuk berjalan kaki. Setelah mereka sampai di jalan yang kondisinya bagus baru para pelajar itu diangkut kembali.
“Ini untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Karena jalannya licin dan rusak,†ujar Rukan supir pickup kepada suarabanyuurip.com, Senin (28/11/2016) kemarin.
Namun demikian, para pelajar terlihat bersemangat untuk bisa menimba ilmu. Kaki-kaki kecil mereka lincah menyurusi kerikil-kerikil tajam di sepanjang jalan tersebut.
“Kalau tidak begini kami tidak bisa sekolah,†timpal salah satu pelajar MI Miftahul Jannah.
Dari pantauan, beberapa titik di jalan tersebut telah dilakukan perbaikan. Tapi sebagian besar sudah rusak.
Mukhlis, tokoh masyarakat Desa Sonokulon berharap agar jalan tersebut segera diperbaiki. Karena selain menjadi akses utama menuju sekolah, juga transportasi warga antar desa di wilayah Todonan. Â
“Kalau jalan ini bagus otomatis mereka tidak akan memutar arah kalau mau ke Kecamatan atau ke Pasar,†sambungnya.
Terpisah, Kepala Desa Sonokulon, Suparwi menambahkan kedepanya jalan tersebut tetap akan diperbaiki. “Tapi secara bertahap,” ujarnya. (ams)