SuaraBanyuurip.com –Â Ali Imron
Tuban – Petani asal Dusun Mejeruk, Desa Bulurejo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur sore tadi dikagetkan dengan adanya luberan cairan yang menyerupai limbah minyak yang menggenangi sekitar area persawahan setempat. Cairan tersebut diduga limbah minyak dari Tapak Sumur (Pad A) Lapangan Mudi yang beroperasi di Desa Rahayu, Kecamatan Soko.
“Dari bau dan warna cairannya mirip dengan limbah minyak Pad A,” kata petani Mejeruk, Kiswanto, ketika ditemui suarabanyuurip.com di lokasi setempat, Kamis (1/11/2016).
Dia mengatakan, cairan yang menyerupai limbah minyak yang dikelola Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) itu sangat berbahaya bagi tanaman. Seperti fenomena sebelumnya, minyak yang mengenai tanaman dalam waktu tiga hari langsung mati.
Sebaliknya apabila itu minyak Solar petani yang tumpah, biasanya tanaman dapat bertahan hingga sepekan. Alasan yang menguatkan apabila cairan itu limbah minyak, karena jumlahnya banyak.
“Beruntung melubernya bersamaan dengan banjir, apabila tidak pasti sudah diprotes petani,” imbuhnya.
Kiswanto menduga, pihak operator Mudi sengaja mengalirkan limbah minyak saat banjir. Kondisi ini juga dikatakan pernah terjadi sebelumnya. Disinggung apakah sudah dilaporkan ke operator, dia sudah pesimis kalau laporannya tidak ada tindaklanjutnya.
“Sama saja kalau lapor, pasti tidak ada resposnnya,” jelasnya.
Diketahui, luberan cairan yang diduga limbah minyak itu mulai diketahui dan baunya menyengat sekira pukul 17:00 WIB. Hingga pukul 18:20 WIB luberan mulai berkurang dengan tidak adanya bau.
Sementara, Field Admin Superintendent JOB P-PEJ, Akbar Pradima, mengatakan apabila hari ini seluruh kegiatan operasi produksi Minyak dan Gas Bumi (Migas) aman dan tidak ada gangguan. Kemungkinan besar cairan tersebut, berasal dari Solar Diesel milik petani yang tumpah.
“Mungkin milik petani, Pak. Soale sumur minyak aman,” tegasnya.
Pihaknya juga berharap adanya sinergi dari warga setempat apabila ada hal emergency sekitar wilayah operasi JOB P-PEJ. Apabila memang perlu penanganan cepat, pihaknya bakal menerjunkan tim ke lokasi.
“Kami pastikan kegiatan kami aman bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” pungkasnya. (Aim)