SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Bencana banjir Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus mengundang perhatian banyak pihak untuk berbagi. Kali ini, kepedulian tersebut ditunjukkan oleh sejumlah orang dari berbagai komunitas dan latar belakang profesi di group whats app (WA) “Gerakan Persahabatan” kepada korban banjir.Â
Mereka mulai menyalurkan bantuan kepada korban banjir di Desa Leran, Kecamatan Kalitidu, dan Mulyorejo, Kecamatan Balen, Jumat (2/12/2016). Untuk hari pertama ini, bantuan yang disalurkan beruapa10 dos mie instan dan 500 nasi bungkus. Bantuan tersebut digalang melalui Posko Banjir Persahabatan yang didirikan di Jalan Raya Kalitidu, turut di Desa Leran, Kecamatan Kalitidu.Â
Sejumlah orang yang tergabung dalam group whats app tersebut berasal dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Bojonegoro beserta Simba, wartawan Memorandum, media e literasi eksposa.com, awak media suarabanyuurip.com, Pare Institut, serta eks Persatuan Wartawan Bojonegoro dengan PWBCare nya yang secara sukarela bergabung, dan dermawan.
“Bantuan kita didistribusikan langsung ke tangan korban banjir yang ada di rumah, karena mereka tak bisa menjangkau dan belum dijangkau dapur umum,” kata Reino Pareno, wartawan memorandum usai mendistribusikan bantuan di Mulyorejo.
Di Mulyorejo, ada sekitar 3000 jiwa terdampak banjir. Mereka bertahan di rumah. Sedangkan dapur umum yang disedikan berada di Desa Sekaran. Sehingga untuk menjangkaunya warga harus berjalan.
“Tinggi air di sana hampir seperut orang dewasa. Tadi kita bersama-sama berjalan menerobos banjir mendatangi warga sambil bawa bantuan,” ucap Reino.
Rencananya hari ini, Sabtu (3/12/2016) , tim Group What’s App Gerakan Persahabatan kembali mendistribusikan bantuan ke Desa Sarirejo, Kecamatan Balen. Mereka akan berankat dari posko pukul 11.00 WIB melalui jalan darat menggunakan mobil dengan rute melewati Jembatan Gelendeng – Mojo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban dan berganti naik perahu menyeberang ke lokasi.
“Kita utamakan pendistribusian bantuan ke desa-desa terisolir yang belum terjangkau dapur umum dan bantuan lainnya,” tegas Reino.(suko)