SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Jalan poros desa yang menghubungkan Dusun Kebonturi, Desa Katur, Kecamatan Gayam – Dusun Sawen, Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, semakin rusak parah. Gara-garanya akses tersebut dijadikan sebagai jalan peralihan untuk kendaraan roda empat akibat jalan poros kecamatan Kalitidu – Gayam tidak dapat dilalui kendaraan sejak Sabtu (3/12/2016). Â
Jalan poros kecamatan itu sudah tiga hari ini tidak dapat dilewati kendaraan roda empat karena truk trailer pengangkut crane dari Lapangan Unitisasi Gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB) yang terperosok di parit jalan poros Kecamatan Desa Sumengko, Kalitidu – Kecamatan Gayam, turut Desa Katur,  belum dievakuasi.
Sehingga kendaraan roda empat dari arah Gayam dialihkan melalui jalan menuju makam Makam Habib Idrus bin Sholeh Al-Jufri di Dusun Kebonturi. Begitu juga dengan kendaraan dari arah utara Desa Sumengko dialihkan melalui jalan Dusun Sawen samping Kilang Mini milik PT Tri Wahana Universal (TWU).
“Jalannya tambah rusak. Banyak kendaraan roda empat sekarang lewat sini,” ujar Wanti, Warga Kebonturi kepada suarabanyuurip.com saat menjemur padi di depan rumahnya, Senin (5/12/2016).
suarabanyuurip.com sempat menyusuri jalan poros desa mulai Dusun Kebonturi hingga Dusun Sawen. Jalan berpaving itu ambles di bagian kanan dan kirinya akibat tidak kuat menahan beban muatan kendaraan.
Bahkan hampir sepanjang jalan bergelombang hingga menimbulankan gubangan air. Banyak kendaraan seperti dump truk mengangkut tanah urug maupun truk pengangkut hasil pertanian melewati jalan tersebut.
“Jika terus dibiarkan jalan ini bisa semakin rusak,” tegas wanita paro baya itu.
Selain merusak jalan lingkungan, belum dievakuasinya truk trailer bernomor polisi (Nopol) L 9989 UX Â pengangkut alat berat milik salah satu kontraktor PT. Pembangunan Perumahan (PP), perusahaan yang digandeng Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) untuk mengerjakan pekerjaan sipil di Lapangan Unitisasi Gas J-TB, itu merugikan masyarakat.
Karena jarak tempuh melalui jalan peralihan ini bertambah jauh. Jika melalui jalan poros kecamatan antara Desa Katur hingga perempatan Clangap, Desa Sumengko, hanya sekira dua kilo meter (KM). Namun jika melalui jalan Dusun Kebonturi – Dusun Sawen bisa tiga kilo meter lebih.
Disamping itu kondisi jalannya Dusun Kebonturi – Dusun Sawen juga sempit. Setiap kendaraan roda empat berpasan harus berhenti terlebih dulu.
“Tidak muat jalannya. Depan ada truk yang mau lewat,” ujar Pak Rul, warga Gayam yang mengaku akan menyetorkan hasil padi ke pengepul di Desa Mayangrejo.
Dipilihnya jalan Dusun Kebonturi – Sawen ini dikarenakan lebih dekat dibanding jika pengendara mobil harus melewati Desa Beged, Kecamatan Gayam, untuk ke Bojonegoro.(suko)