Lima Hari Belum Berhasil Dievakuasi

SuaraBanyuurip.comd suko nugroho

Bojonegoro – Hingga hari ke lima, bangkai truk trailer pengangkut crane dari Lapangan Unitisasi Gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB) yang terperosok di parit jalan poros Kecamatan Kalitidu – Gayam, tepatnya di turut Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur,  sejak Sabtu (3/12/2016) lalu, belum berhasil dievakuasi sampai saat ini, Rabu (7/12/2016).

Proses evakuasi mulai dilakukan pada Selasa (6/12/2016) kemarin. Satu alat crane berkapasitas sekira 25 ton didatangkan ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi. Namun sampai hari ini belum berhasil.

“Masih belum bisa. Proses evakuasi masih terus berlangsung,” kata salah satu pekerja bersegaram proyek warna biru bertuliskan PT Pembangunan Perumahan (PP) di lokasi, Rabu (7/12/2016).

PT PP adalah anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Perusahaan nasional plat merah ini merupakan kontraktor pemenang tender proyek sipil di Lapangan Unitisasi Gas JTB yang dikendalikan Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC).

Informasi di lapangan rencananya truk trailer bernomor polisi (Nopol) L 9989 UX  tersebut akan membawa crane menuju Surabaya. Cran tersebut milik PT Tanjungsari Primas Sentoso (RIMASA), perusahaan penyedia jasa alat berat yang digandeng PP untuk pekerjaan di Lapangan Unitisasi Gas JTB.

Baca Juga :   Bupati Bojonegoro Pimpin Upacara Detik-detik Proklamasi di Alun-alun

Sementara jasa transportasi yang mengangkut mesin crane menggunakan PT Smelting Gresik. Hal itu terlihat dari logo dan nama perusahaan yang menempel di bagian pintu truk trailer.

Dikonfirmasi terpisah, Humas PP, Sayuti Wahyuni belum memberikan jawaban terkait kendala yang dihadapi dalam proses evakuasi. Konfirmasi suarabanyuurip.com melalui Whats App belum balasan hingga berita ini diterbitkan.(suko) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *