SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Lambannya proses evakuasi bangkai truk trailer pengangkut crane dari Lapangan Gas Unitisasi Gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB) yang terperosok di parit jalan poros Kecamatan Kalitidu – Gayam, tepatnya di turut Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dikarenakan memiliki beban cukup berat.
Diperkirakan beban truk trailer dan crane tersebut memiliki berat 45 ton. Sehingga untuk dapat mengangkat roda truk bagian kanan yang terperosok diperlukan crane berkpasitas 25 ton.
“Rodanya bagian kanan yang menancap. Beban yang diangkat sekitar 22,5 ton. Jadi crane ini cukup kuat mengangkatnya,†kata salah satu pekerja bersegaram proyek warna biru bertuliskan PT Pembangunan Perumahan (PP) di lokasi, Rabu (7/12/2016).
Selain berat kendaraan, sulitnya proses evakuasi ini dikarenakan lokasinya cukup sempit. Selain disamping kanan parit, sebelah kiri ada beton cor jalan.
“Jalan satu-satunya membongkar beton cornya,†ucap sumber tadi yang enggan disebut identitasnya.
Terperosok truk trailer milik PT Smelting Gresik bernomor polisi (Nopol) L 9989 UXÂ yang mengangkut crane milik PT Tanjungsari Primas Sentoso (RIMASA) pada Sabtu (3/11/2016) lalu, itu dikarenakan kondisi jalan licin dan sempit. Sebab sebagian jalan poros kecamatan tersebut sedang dilakukan pengecoran.
“Kemarin jalan licin kemudian rodanya tergelincir,†pungkasnya.
Saat ini proses evakuasi masih terus berlangsung. Satu crane berkapasitas 25 ton telah didatangkan ke lokasi sejak Selasa (6/12/2016) kemarin, dan beberapa lembar plat baja juga didatangkan hari ini untuk membantu evakuasi. Namun belum ada tanda-tanda bangkai truk bisa diangkat dari lokasi.(suko)