SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Beredar kabar, munculnya wacana dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, akan menghapus Ujian Nasional (UN) pada tahun 2017 mendatang, dianggap oleh Dewan Pendidikan Kabupaten Blora, Jawa Tengah akan memunculkan permasalahan baru.Â
Selain itu, juga akan membuat kualitas dalam ujian dipertanyakan. Pasalnya, jika UN dirubah menjadi Ujian Sekolah (US) bakal muncul kekhawatiran subyektifitas sekolah dalam penilaian.
Jika nantinya sekolah yang menerapkan US, maka praktik kantrol nilai akan semkain marak. “Siapa yang mau anak didiknya tertingal itu akan membuat nama baik sekolah buruk,†ujar Sekretaris Dewan Pendidikan Blora, Singgih Hartono.
Namun, menurutnya, tidak semua sekolah seperti itu. Karena jika sekolah itu benar-benar bagus, maka mereka akan tetap mengutamakan kualitas.Â
Problem lain yang akan muncul, lanjut dia, soal US yang dikeluarkan standartnya haruslah sesuai dengan yang ada di buku ajar. Sehingga materi yang keluar saat ujian sama seperti yang dipelajari para siswa.
“Tetapi masalahnya masih banyak yang belum memiliki buku ajar,†ujarnya.
Sunaji, Kepala Sekolah SMPN 1 Japah Blora, menilai, jika UN benar dihapus, maka akan menurunkan semangat belajar para siswa. Karena dianggap tidak ada tantangan lagi.Â
Permasalahan lain, menurut dia, adalah pembuat soal. Pihak mana nanti yang akan membuat soal tersebut. Dirinya justru mempertanyakan kualitasnya, jika soal nanti dibuat daerah maupun pihak sekolah.
“Saya rasa pasti kuwalitasnya akan semakin buruk,†ujarnya.
Selama ini, tidak bisa dipungkiri banyak guru saat membuat soal masih melakukan copy paste soal dari internet.
“Dan jika nanti solanya dari daerah, saya menjamin soal tidak akan berkualitas,†tambahnya.
Beda jika soal itu yang membuat adalah Provinsi dengan tim ahlinya maka akan bisa sesuai dengan Badan Standart Nasional Pendidikan (BSNP).
“Sebab untuk membuat soal ujian itu harus valid dan reliabel,’’ tambahnya. (ams)