SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Warga korban banjir di Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mulai kesulitan air bersih.Untuk mendapatkan air bersih, warga terpaksa beli air isi ulang.
Selama ini warga di bantaran Sungai Bengawan Solo itu mengkosumsi air bersih dari sumur untuk kebutuhan memasak, minum, serta mandi cuci kakus (MCK). Namun sejak dilanda banjir dalam 11 hari ini sumber air yang ada tidak bisa lagi digunakan.
“Untuk mendapatkan air minum dan memasak terpaksa membeli air isi ulang atau air kemasan mas, ” kata salah satu warga Pelangwot, Juwoto kepada suarabanyuurip.com, Kamis (8/12/2016).
Sedang untuk kebutuhan mandi dan lainnya, warga terpaksa mengkosumsi air sumur yang kondisinya keruh dan kotor.
Untuk membeli air bersih warga terpaksa harus mengeluarkan tambahan biaya. Padahal di situasi banjir mereka tidak mendapatkan penghasilan karena tidak lagi bisa bekerja.
Kepala Desa Pelangwot, Sahari membenarkan jika sekarang ini warganya krisis air bersih. Hampir setiap hari dirinya mendapatkan keluhan warga.
“Saya hanya bisa meminta warga bersabar karena memang tidak ada bantuan air bersih dari Pemkab Lamongan atau pihak lainnya,” kata Sahari.
Selama dilanda banjir bantuan yang diterima masih sebatas beras dan mie instan. Bantuan lebih banyak datang dari lembaga pendidikan dan swasta. Sedang dari Pemkab Lamongan berupa 6 kwintal beras.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Suprapto dikonfirmasi melalui pesan pendek tentang masalah tersebut belum memberikan jawaban hingga berita ini diterbitkan.(tok)