SuaraBanyuurip.com -Â d suko nugroho
Bojonegoro – Pemilik wilayah kerja pertambangan (WKP) sumur minyak tua, Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Aset IV Field Cepu, menargetkan produksi 900 barel per hari (BPH) dari sumur minyak peninggalan Belanda di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Juru Bicara Pertamina EP Aset IV Field Cepu, Agus Amperianto mengatakan, untuk mencapai target tersebut pihaknya terus melakukan pengamanan di wilayah sumur tua dan memberikan pemahaman kepada para penambang.
Pengamanan yang dilakukan adalah dengan memperketat pintu keluar dan masuk lokasi sumur tua, dan menertiban penyulingan minyak mentah.
“Kita juga terus melakukan sosialisasi untuk mengedukasi penambang, kalau menjual minyak keluar itu melanggar hukum dan dapat dipidana,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com dalam satu kesempatan.
Dari 900 bph yang ditargetkan Pertamina EP Aset IV Field Cepu dari Wonocolo, saat ini baru tercapai 400 bph. Artinya masih ada 400 an barel yang dijual keluar oleh penambang. Kondisi ini selain merugikan negara, juga daerah karena tidak ada pajak yang masuk.
“Jika dihitung kerugian kita dari penjualan minyak keluar setiap harinya 400 juta rupiah,” tegas Agus.
Sekarang ini jumlah sumur minyak tua terus bertambah. Dari sebelumnya 200 an sumur telah menjadi 700 an sumur. Namun dari jumlah tersebut yang berproduksi hanya sekira 20 – 30 an persen.(suko)