SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Naas dialami Nyari bin Sarip, warga RT 08 RW 03, Desa Jelu, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur. Petani di desa jalur pipa minyak Banyuurip, Blok Cepu, itu meninggal dunia setelah tersambar petir, Selasa (13/12/2016) sekitar jam 14:30 WIB.
Menurut penuturan Kepala Desa (Kades) Jelu, Guntur, peristiwa tersebut berawal ketika korban melihat kondisi air di sawahnya yang berada di Dusun Demping saat hujan masih lebat. Tiba-tiba ada petir yang menggelegar dan kemudian menyambar tubuh korban hingga meninggal dunia.
Akibat sambaran itu korban menderita luka bakar di bagian kepala, punggung dan pinggang.
“Dari hasil pemeriksaan polisi di rumah korban, tubuhnya bagian belakang seperti memar,†jelasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Ngasem, AKP Dumas Barutu, membenarkan peristiwa tersebut. “Ya benar, Mas. Sudah kita cek bersama tim dokter hasilnya murni meninggal karena tersambar petir,” tegas Dumas. (sam)