Pengguna Listrik Subsidi Tepat Sasaran

PLN Rayon Tuban Surokim

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – PT PLN Rayon Tuban, Jawa Timur mencatat 90 persen pengguna listrik subsidi daya 900 Volt Ampere (VA) tepat sasaran. Pencocokan tersebut menindaklanjuti data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TPNP2K), yang diserahkan ke Perusahaan Listrik Negara (PLN) akhir tahun 2015 silam.

“Data pengguna listrik subsidi berasal dari Pemerintah, kemudian PLN mencocokan ulang,” ucap Manager PLN Rayon Tuban, Surokim, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di kantornya, Kamis (15/12/2016).

Setelah dikroscek ternyata 10 persen pengguna listrik subsidi 900 VA, tidak sesuai data TPNP2K. Beberapa kendala yang ditemukan di lapangan meliputi, tidak kesesuainnya alamat pengguna di data dengan di lapangan. Ditambah beberapa pengguna daya 900 VA, telah beralih ke daya 1.300 VA maupun 2.200 VA.

Rokim menjelaskan, listrik dengan daya 450 maupun 900 VA memang diperuntukkan untuk Rumah Tangga (RT) miskin. Apabila pengguna listrik bersubsidi yang ditemukan tergolong mampu, maka akan diproses sesuai regulasi yang berlaku.

Resiko terberatnya yakni pencabutan listrik. Tindakan tegas tersebut telah daitur dalam Peraturan Menteri dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 29 tahun 2016. Tentang mekanisme pemberian subsidi tarif tenaga listrik untuk rumah tangga.

Baca Juga :   Blora Raih Opini WTP 5 Kali Berturut-turut

“Baru pencabutan daya 900 VA yang telah diatur, sedangkan daya 450 VA belum,” imbuhnya.

Selama melakukan pencocokan, petugas masih menemukan Rumah Tangga (RT) yang belum menyalur listrik ke PLN langsung. Melainkan menyalur ke tetangganya secara pararel. Kondisi ini cukup memprihatinkan, dan harus memperoleh listrik bersubsidi.

“Data pencocokan ini murni di lapangan, PLN tidak menambahi maupun mengurangi suatu hal apapun,” jelasnya.

Data pengguna daya listrik di PLN Rayon Tuban hingga akhir 2016 terus meningkat.  Untuk pengguna daya 450 VA mencapai 79.980 RT. Sedangkan daya 900 VA memliki pengguna 66.168 orang.

Secara keseluruhan jumlah pengguna listrik 2016 mencapai 180 ribu lebih. Jumlah tersebut ditambah pengguna listrik untuk daya 1.300 VA, maupun 2.200 VA. Bertambahnya pengguna listrik setiap tahunnya, juga dipengaruhi banyaknya pembangunan rumah warga.

“Meskipun ada yang dicabut, namun jumlahnya tidak sebanding dengan pembangunan jumlah rumah di setiap kecamatan,” sergahnya.

Diketahui, Pemerintah tetap memberikan subsidi llisrik daya 450 VA dan 900 VA kepada RT yang benar-benar miskin. Meskipun pencocokan pengguna listrik bersubsidi telah dilakukan, bagi yang belum terdata masih berpeluang mengajukan permohonan bersubsidi. (Aim)

Baca Juga :   Berhasil Turunkan Stunting 2025, Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan Tingkat Nasional

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *