Dana Desa Belum Sentuh Pendidikan

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora -Tingginya Dana Desa (DD) yang disalurkan pemerintah pusat kepada desa ternyata masih belum mendukung perkembangan pendidikan di masing-masiang desa di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Kebanyakan DD digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.

Di Blora, DD yang diterimakan kepada desa rata-rata Rp600 juta. Namun dari dana tersebut belum banyak menyentuh sektor pendidikan seperti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Kepala Dinas Pedapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Blora Gunadi, membenarkan hal tersebut. Selama ini, masih banyak kepala desa yang tidak memperuntukkan DD untuk pembangun sekolah yang ada di desa mereka khususnya PAUD.

“Banyak guru PAUD yang mengeluh karena pengajuan mereka untuk pembangunan sekolah tidak direspon kepala desa,” kata Gunadi saat mengikuti rapat bersama para guru se-Kabupaten Blora belum lama ini.

Menurut Gunadi, setiap desa seharusnya bisa memasukan pembangunan sekolah khusunya PAUD pada Musyawarah Rencana Pembanguna Desa (Musrembangdes). Sebab pembangunan PAUD juga termasuk salah satu aspek yang wajib dibangun dan dikembangkan.

Baca Juga :   Resikrek Hadir di Bojonegoro, Layanan Kebersihan Harga Terjangkau

“Pendidikan itukan salah satu aspek yang wajib dikembangkan,” tegasnya.

Mayoritas desa di Blora memanfaatkan DD untuk infrastruktur seperti jalan dan jembatan. Kalau pun ada untuk pembangunan PAUD jumlah sedikit.

“Biasanya itu para kepala desa mengambil mudahnya saja,” ucap Gunadi.
 Padahal bagi desa untuk mebangun satu PAUD sangat mudah dengan dana tersebut. Karena dana itu dikucurkan setiap tahun.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *