Pemkab Uji Coba Padi Organik

Uji padi organik

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, tengah menguji padi organik di lahan seluas 40 hekatar di Kecamatan Kedungpring. Jika sukses, ini bisa memberi harapan bagi kesejahteraan petani.

Dua jenis padi organik yang sedang diuji itu belum diberi nama, hanya diberi kode M70D dan M400. Masing-masing diuji di lahan seluas 20 hektar di Desa Nglebur dan 20 hektar di Desa Majenang. Keduanya berada di Kecamatan Kedungpring.

Lahan uji coba itu dilakukan pada hari Kamis (15/12/2016) kemarin, dan dikunjungi Bupati Fadeli bersama Wakil Bupati Kartika Hidayati dan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Lamongan, Yuhronur Efendi. Mereka ditemui pendamping program, Dewi Kalifatullah atau yang akrab disapa Ifa.

Menurut Ifa, di tahun pertama uji coba masih bisa full sepenuhnya organik. Karena masih ada sisa pupuk anorganik dari pertanian sebelumnya. Karena itu pihaknya hanya menargetkan produktifitas 7 ton perhektar di tahun pertama. Sedangkan di tahun ketiga, menargetkan bisa mencapai produktifitas 10 ton perhektar.

“Sekarang kami sedang mencarikan pembeli untuk padi organik ini. Karena harganya bisa sangat tinggi, yaitu mencapai Rp27 ribu perkilogram. Bandingkan dengan padi anorganik yang tidak sampai Rp10 ribu perkilogram,“ kata Ifa.

Baca Juga :   Keracunan Massal MBG di Bojonegoro, YPBHI: Pengelola SPPG bisa Dijerat Hukum

Nantinya, petani bisa memilih menggunakan yang M70D atau yang M400. Untuk yang G70 sudah bisa dipanen dalam 70 hari dengan jumlah malai mencapai 150 hingga 200. Sedangkan yang M400 baru bisa dipanen dalam 90 hari, namun jumlah bulir malainya bisa mencapai 400.

Bupati Fadeli menyebut, adanya ujicoba padi organik itu sebagai bukti pemerintahannya tidak melupakan komoditas padi. Itu merujuk pada programnya kini yang tengah mengarah pada modernisasi pertanian jagung.

“Semoga petani bisa memanfaatkan betul program ini yang mendapat dukungan penuh dari kementerian Pertanian. Semoga nanti akan muncul varietas spesifik dari Lamongan yang cocok untuk wilayah Lamongan ini,“ ujarnya.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *