Peningkatan Produksi Minyak Tak Bisa Seenaknya

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan, meski produksi minyak dan gas bumi (Migas) di Indonesia terus mengalami decline atau penurunan, namun untuk melakukan peningkatan produksi harus mempertimbangkan segi tekhnis dan ekonomis.

“Dalam dunia perminyakan, SKK Migas mempunyai ukuran dalam produksi, sehingga tak seenaknya dalam meningkatkannya,” ujar Kepala Dinas Perpajakan dan Pungutan SKK Migas Rinto Pudyantoro, saat lokakarya pengelolaan industri migas di Indonesia, Senin (19/12/2016).

Selama ini tidak bisa memicu produksi seenaknya sendiri karena hal tersebut bisa merusak reservoir atau cadangan yang sudah ada.

“Hal yang memungkinkan adalah dengan cara yang murah, yakni produksi minyak itu didorong oleh kekuatan alam,” tukasnya.

Rinto mencontohkan, seperti ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu yang saat ini memproduksi 185 ribu barel per hari (Bph). Bisa saja dinaikkan menjadi 400 ribu Bph, tapi banyak resiko yang dialami baik tekhnis maupun non tekhnis.

Baca Juga :   Jalan Lapangan Kedungkeris Segera Dibangun

“Dengan adanya perhitungan ekonomi, maka tidak mungkin keseluruhan kebutuhan minyak itu diambil dari dalam negeri semua. Jadi tidak ada pilihan, ya kita import,” lanjutnya.

Meski demikian, SKK Migas tidak memikirkan alternatif energi lainnya karena tupoksinya adalah mengatur jalannya PSI apa adanya.

“Diluar itu bukan di SKK Migas yang mikir, tapi dirjen baru terbarukan,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *