Jalan Menuju Sumur Tua Ditanami Pohon

tanam pohon di tengah jalan

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Warga Desa Nglobo, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menanam pohon pisang di tengah jalan menuju pengeboran sumur minyak tua. Aksi kedua kali itu sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap aktifitas Kerja Sama Operasi (KSO) Pertamina EP, PT Geo Cepu Indonesia (GCI), yang tidak memperhatikan lingkungan sekitar.

Kondisi jalan desa di wilayah setempat semakin rusak parah akibat lalu-lalang kendaraan berat yang ditengarai melebihi tonase jalan.

Dalam aksinya, selain menanam pohon pisang di kubangan jalan, warga juga menempel tulisan berisi tuntutan dan keluhan akibat rusak kerusakan jalan yang menghubungkan dua desa dan dua kecamatan tersebut.

Sedikitnya ada tiga pohon pisang yang ditanam warga di tiga titik kerusakan jalan. Kondisi ini mengganggu arus transportasi utamanya kendaraan roda empat maupun kendaraan berat yang melintas jalan tersebut.

Saat wartawan suarabanyuurip.com datang ke lokasi, terdapat dua secuity. Satu orang dari GCI dan satu orang bersaal dari perusahaan lain. Namun, kedua orang tersebut tak mau memberikan komentar perihal aksi warga setempat tersebut. Salah satu security memilih melaporkan kejadian tersebut kepada perusahaannya melalui ponselnya.

Baca Juga :   Pemboran Sumur Sumber Selesai Oktober

Kepala Desa Nglobo, Sujatimiko mengaku tidak tahu dengan aksi yang dilakukan warganya. “Saya baru diberitahu siang ini oleh warga. Perangkat sini juga tidak tahu, karena saat pagi hari belum ada,” katanya saat ditemui di kantornya, Selasa (20/12/2016).

Lokasi yang ditanami pisang tersebut merupakan akses menuju salah satu wilayah pertambangan GCI yang ada di Desa Semanggi, Kecamatan Jepon.

“Ini merupakan aksi kedua. Karena belum ada satu bulan warga juga pernah melakukan aksi serupa,” jelasnya.

Menurut Sujatmiko, warga sebenarnya hanya ingin jalan sepanjang 12 kilo meter (KM) yang kondisinya rusak parah tersebut segera diperbaiki.

“Karena dari GCI juga memanfaatkan jalan desa. Terlebih kerap dilalui kendaraan berat,” tuturnya.

Sementara, Humas GCI Sugiharto saat dihubungi melalui pesan singkat tidak ada balasan. Begitu juga saat ditelfon hingga lebih dari empat kali terdengar nada sambung, tapi tidak diangkat.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *