SuaraBanyuurip.com – Aly Imron
Tuban – Petrochina East Java Ltd bakal meninggalkan lapangan minyak dan gas bumi (Migas) Blok Tuban, setelah kontrak wilayah kerja pertambangan (WKP) blok tersebut berakhir pada tahun 2018 mendatang.
Walau kontraktor gantinya sampai saat ini masih digodok oleh pemerintah, namun saat ini mereka sudah ancang-ancang meninggalkan blok yang telah dikelolanya sejak tahun 1998 tersebut.
Demikian disampaikan Kepala SKK Migas Jabanusa, Ali Masyhar, kepada Suarabanyuurip.com, di sela acara Silaturahmi dan Sosialisasi SKK Migas Jabanusa. Turut menyertai kegiatan di penghujung tahun 2016 ini adalah Pertamina EP Asset 4, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ), dan ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) bersama jurnalis di Tuban, Rabu (21/12/2016).
“Dalam konsep JOB, Pertamina nanti masih tetap sebagai kontraktor di Blok Tuban,” tegas Ali Masyhar.
Selama ini dalam dalam JOB Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) di WKP Blok Tuban, Pertamina memagang saham 50 persen. Petrochina 25 persen, dan Metco E&P Tuban sebanyak 25 persen. Pada perkembangannya saham 25 persen dari Medco E&P Tuban, telah dibeli oleh Pertamina.
JOB PPEJ memiliki area kerja seluas 1.478 kilometer persegi, dan secara keseluruhan telah mengebor lebih dari 60 sumur di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Kabupaten Gresik. Belakangan mereka menemukan potensi gas di Sumur Sumber di wilayah Merakurak, Kabupaten Tuban.
Menurut Ali Masyhar, beberapa waktu lalu pimpinan daerah dari Kabupaten Bojonegoro, Lamongan, dan Kabupaten Tuban telah melakukan pertemuan dengan Gubernur Jawa Timur. Mereka membahas potensi Participating Interest (PI), pemberian saham 10 persen dari Blok Tuban episode kontrak 30 tahun ke depan mulai 2018 melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Awalnya memang membahas PI yang secara regulatif akan diberikan kepada daerah, terutama daerah tempat mulut sumur berada,” kata Ali Masyhar.
Pada perkembangannya, tambah dia, tidak menutup kemungkinan jika daerah punya kemampuan bisa terlibat dalam operasional JOB. Hal itu sangat mungkin daerah siap dengan berabagai persyaratannya. Mulai dari dana, tenaga skill, maupun persyaratan lain.
Terkait skema pengelolaan PI, kontraktor dan Pertamina bisa saja memberi bantuan modal kepada BUMD. Itu dilakukan agar daerah ikut mendapatkan keuntungan dari program PI.
Mengaca pada pengalaman PI di Blok Cepu, daerah yang terlibat dalam PI yakni BUMD dari Blora (Jawa Tengah), Bojonegoro (Jawa Timur), Pemprov Jawa Tengah dan Pemprov Jawa Timur. Bojonegoro dan Tuban untuk modalnya menggandeng investor.
“BUMD di dua daerah itu tak bisa menikmati kekuntungan secara utuh dalam PI, karena harus berbagi dengan investor. Ini akan kita upayakan agar BUMD bisa diuntungkan dengan skema tersebut,” tandas Ali Masyhar. (aim)