SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Menjelang berakhirnya kontrak Blok Tuban, Jawa Timur pada bulan Februari 2018, Petrochina East Java Ltd kini mulai mempersiapkan diri menghadapi massa adanya Pemutusan Tenaga Kerja (PHK). Seluruh jajaran manajemen Petrochina mulai hulu hingga hilir, telah mengikuti pelatihan Emotional Spiritual Quotient (ESQ).
“Pelatihan/kursus ESQ tersebut untuk menyiapkan mental karyawan menjelang adanya PHK 2018,” kata Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Ali Masyar, kepada suarabanyuurip.com, ketika berada di Tuban beberapa waktu lalu.
ESQ sendiri merupakan model kemampuan seseorang untuk memberi makna spiritual terhadap pemikiran, prilaku/ahlak dan kegiatan. Sekaligus mampu menyinergikan IQ (Intelegent Quotient) yang terdiri dari IQ Logika/Berpikir dan IQ Financial/Kecerdasan memenuhi kebutuhan hidupnya/keuangan, EQ (Emosional Quotient) dan SQ (Spiritual Quotient) secara komprehensif.
Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan jalan keluar konstruktif yang dilakukan Petrochina. Mengingat sesuai ketentuan Petrochina yang memiliki saham 25 persen di Blok Tuban, tidak dapat memperpanjang kontraknya sejak tahun 1998 silam.
“Hal itu beriringan dengan upaya Pemerintah yang masih menggodok kontraktoryang bakal mengelola Blok Tuban setelah 2018,” jelasnya.
Dalam konsep Joint Operating Body (JOB), Pertamina nanti masih tetap sebagai kontraktor di Blok Tuban. Selama ini dalam JOB Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) di WKP Blok Tuban, Pertamina memagang saham 50 persen.
Petrochina 25 persen, dan Metco E&P Tuban sebanyak 25 persen. Pada perkembangannya saham 25 persen dari Medco E&P Tuban, telah dibeli oleh Pertamina.Â
JOB P-PEJ sendiri memiliki area kerja seluas 1.478 kilometer persegi, dan secara keseluruhan telah mengebor lebih dari 60 sumur di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Kabupaten Gresik. Belakangan mereka menemukan potensi gas di Sumur Sumber di wilayah Merakurak, Kabupaten Tuban.Â
Beberapa waktu lalu pimpinan daerah dari Kabupaten Bojonegoro, Lamongan, dan Kabupaten Tuban telah melakukan pertemuan dengan Gubernur Jawa Timur. Pertemuan tersebut membahas potensi Participating Interest/PI, pemberian saham 10 persen dari Blok Tuban episode kontrak 30 tahun ke depan mulai 2018 melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).Â
“Awalnya memang membahas PI yang secara regulatif akan diberikan kepada daerah, terutama daerah tempat mulut sumur berada,” tambah Ali Masyhar.Â
Pada perkembangannya, tambah dia, tidak menutup kemungkinan jika daerah punya kemampuan bisa terlibat dalam operasional JOB. Hal itu sangat mungkin daerah siap dengan berabagai persyaratannya. Mulai dari  dana, tenaga skill, maupun persyaratan lain.Â
Terkait skema pengelolaan PI, kontraktor dan Pertamina bisa saja memberi bantuan modal kepada BUMD. Itu dilakukan agar daerah ikut mendapatkan keuntungan dari program PI.Â
Mengaca pada pengalaman PI di Blok Cepu, daerah yang terlibat dalam PI yakni BUMD dari Blora (Jawa Tengah), Bojonegoro (Jawa Timur), Pemprov Jawa Tengah dan Pemprov Jawa Timur. Bojonegoro dan Tuban untuk modalnya menggandeng investor.Â
BUMD di dua daerah itu tak bisa menikmati kekuntungan secara utuh dalam PI, karena harus berbagi dengan investor. Hal tersebut yang akan diupayakan agar BUMD dapat diuntungkan dengan skema tersebut. (Aim)