SuaraBanyuurip.com - Ali Imron
Tuban – Selama tahun 2016 jumlah kecelakaan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur mencapai 1.487 kasus. Jumlah tersebut termasuk pencapaian tertinggi dibandingkan Laka di 37 kabupaten/kota se-Jatim.
“Tahun ini Laka Tuban masih tinggi antara peringkat 1 dan 2,” kata Kasatlantas Polres Tuban, AKP Eko Iskandar, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (28/12/2016).
AKP Eko, menilai, salah satu faktor pemicu tingginya laka di wilayahnya karena sarana jalan yang sudah tidak seimbang dengan jumlah pengendara kendaraan. Apalagi di Jalur pantura sepanjang 65 Km lebih, tidak ada sekat antara truk dan kendaraan roda dua.
Pantauan selama setahun mulai Kecamatan Bancar, sampai Widang potensinya sama. Dapat dikatakan jalur Pantura sebagai jalur tengkorak, karena memdominasi kejadian laka.
“Semua kecamatan yang dipasang titik blakspot masih tinggi angka kecelakaannya,” imbuhnya.
Sesuai data kecelakaan yang dimiliki Polres per 1 Januari sampai 26 Desember 2016, dari 1587 kejadian jumlah kerugian material mencapai Rp 4.721.800.000. Untuk korban Luka Ringan (LR) 2.156 orang, Luka Berat (LB) 25 orang, dan yang Meninggal Dunia (MD) 245 orang.
Dalam kurun waktu 1 Januari sampai 31 Desember 2015, jumlah kecelakaan yang terjadi lebih sedikit. Tercatat ada 1.065 kejadian, dengan kerugian material Rp 2.645.900.000. Untuk korban yang mengalami LR mencapai 1.403 orang, 41 orang LB, dan 210 orang MD.
“Meningkatnya kasus laka diharapkan menjadi perhatian pengguna jalan,” imbuhnya.
Selain faktor sarana jalan yang harus diperbaiki, kesiapsiagaan pengendaraan kendaraan juga harus dijaga. Toleransi di jalan raya penting, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. (Aim)