SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro –  Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) TB Care Aisyiah Bojonegoro, Jawa Timur, meminta kepada pemerintah kabupaten setempat agar Rumah Sakit Uumum Daerah (RSUD Sosodoro Djatikusuma menjadi rujukan penanganan Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) atau TB MDR. Karena selama ini penderita TB harus menuju Rumah Sakit Dr Soetomo di Surabaya.Â
Padahal sesuai data yang dimiliki TB Care Aisiyah Bojonegoro, penderita TB MDR di bumi angkling dharma – sebutan lain Bojonegoro- dari tahun ketahun mengalami peningkatan. Penyakit akibat infeksi bakteri ini menyerang 1 orang pasien di tahun 2013, Tahun 2014 bertambah 2 orang, 1 orang sembuh karena rutin memeriksakan diri sedangkan 1 orang meninggal dunia.
Kemudian pada 2015 jumlah pasien meningkat menjadi 7 orang, 3 mengikuti pengobatan sampai sembuh, sedangkan 1 orang berhenti di tengah jalan tidak meneruskan pengobatan dan 3 lainnya menyerah pasrah sampai akhirnya meninggal dunia.
Di tahun 2016 ini ditemukan lagi 7 orang penderita, 3 orang mengikuti pengobatan sedangkan 4 orang lainnya memilih menghentikan pengobatan dengan beragam alasan.
“Resiko penularan penyakit ini sangat besar. Apalagi ketika mereka sudah positif menderita TB MDR maka resiko menularkan 100 persen,†kata Perwakilan TB HIV Care Aisyah Bojonegoro, Dian kepada suarabanyuurip.com, Rabu (28/12/2016).
Sementara itu, dr. Agus perwakilan RSUD Sosodoro Djatikusuma Bojonegoro menjelaskan, sekarang ini layanan poli paru di RSUD Tipe B di Jalan Veteran sudah terpisah, demikian juga untuk rawat inap.
“Di RSUD Tipe B, di poli paru dibedakan menjadi 3 yakni khusus penderita TB, Non TB dan TB MDR,” pungkasnya.(rien)