SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, merencanakan pertemuan dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Bertujuan memastikan pemberian jatah minyak mentah sebesar 10.000 barel per hari (Bph) untuk kebutuhan kilang mini yang rencananya akan dibangun PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS).
“Sampai sekarang belum ada kejelasan pasokan minyak mentah, jadi akan kami desak Kementerian ESDM untuk segera direalisasikan,” ujar Sekretaris Komisi B, Lasuri, saat dihubungi Suarabanyuurip.com, Kamis (29/12/2016).
Padahal, pada  Oktober 2016 lalu telah terbit peraturan menteri terkait mini refinery dan persetujuan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Namun, pada kenyataannya hingga Desember 2016 ini belum ada kejelasan terkait pasokan minyak mentah yang akan diterima Bojonegoro.
“Kita sudah siap membangun kilang mini, dan ini demi kesejahteraan masyarakat Bojonegoro,” tegasnya.
Menurutnya, pembangunan kilang mini sekarang ini merupakan waktu yang tepat karena Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, tengah produksi puncak 185 ribu bph.
“Kami sependapat dengan bupati, bahwa kilang mini merupakan bentuk ketahanan energy lokal dan untuk mendorong pertumbuhann ekonomi masyarakat,” pungkasnya.(rien)