SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengharapkan pemilik Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) sumur tua, Pertamina EP Asset IV turut membantu peningkatan pendidikan bagi masyarakat di Kecamatan Kedewan, Bojonegoro.
“Sebelumnya sempat akan membangun Sekokah Menengah Kejuruan (SMK) di Kecamatan Kedewan tapi gagal,” ujar Kepala Bidang SMP, Dinas Pendidikan, Puji Widodo, saat ditemui dikantornya, Selasa (3/1/2017) kemarin.
Oleh sebab itu, pihaknya akan mengajukan usulan baik kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, maupun operator minyak agar menyukseskan pembangunan gedung sekolah tersebut.
“Kami akan mengusulkan ke Pemprov Jatim untuk melanjutkan pembangunan SMK tersebut, dan berharap dapat dukungan dari Pertamina EP juga,” tukasnya.
Sebelum diambil alih oleh Pemprov Jatim, rencananya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro akan membangun dua SMK baru, yakni di Kecamatan Trucuk dan Kedewan dengan anggaran sebesar Rp1 Milar.
Namun, yang terealisasi hanya SMK Trucuk saja. Sedangkan di Kecamatan Kedewan gagal karena terkendala lahan. Harga yang ditawarkan sangat tinggi mengingat wilayah tersebut kawasan penambangan sumur tua.
“Disana cuma ada satu SMP saja. SMA nya tidak ada, jadi banyak yang sekolah di Kecamatan Kasiman,” imbuhnya.
Puji mengungkapkan, meski jumlahnya tidak banyak namun ada anak usia sekolah di Kecamatan Kedewan yang tidak melanjutkan jenjang SMA. Kebanyakan mereka memilih bekerja sebagai penambang di sumur tua.
“Ada yang tidak melanjutkan sekolah. Tapi jumlahnya tidak banyak,” lanjutnya.
Pihaknya terus berupaya agar semua anak di Bojonegoro dapat mengenyam bangku sekolah hingga tamat SMA. Selain memberikan sosialisasi, Pemkab memberikan program beasiswa melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan setiap tahunnya.(rien)