SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Kembali naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Bahan Bakar Khusus (BBK) yang merupakan non subsidi tersebut banyak dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Selain kenaikannya terlalu cepat, kenaikan harganya juga dianggap tinggi.
Dari kenaikan sebelumnya pada tanggal 16 Desember 2016 setiap jenis BBK rata-rata Rp150 perliter. Mulai hari ini, Kamis (5/1/2017) kembali naik lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, yaitu Rp 300 perliter.
“Naiknya harga BBK Rp300 perliter cukup memberatkan masyarakat, Mas. Apalagi untuk Pertalite yang mengkonsumsi bukan saja kalangan atas, namun juga kalangan menengah kebawah,” kata salah satu warga Ngimbang, Handoko, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (5/1/2017).
Sebagai penjual mainan anak keliling, setiap hari selalu mengkonsumsi Pertalite untuk bahan bakar motornya. Meski kenaikan harga Pertalite ‘hanya’ Rp 300 perliter cukup membebani perekonomiannya.
Saat ini dirinya mau tidak mau harus membeli bahan bakar Pertalite karena di wilayah Lamongan hampir tidak ada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjual premium yang harganya lebih murah dibanding Pertalite dan Pertamax.
“Di penjual BBM eceran juga tidak ada yang jualan premium. Semua penjual beralih ke Pertalite, dan Pertamax,” keluhnya lagi.
Keluhan senada dilontarkan, Mohammad Aziz, warga Desa Siman, Kecamatan Sekaran yang berprofesi sebagai Guru Tidak Tetap (GTT) di salah satu SMK di Kabupaten Tuban. Dia mengaku, dengan gajinya yang pas-pasan sangat berat kembali dinaikannya harga Pertalite dan Pertamax.
“Pemerintah jangan sering-sering menaikkan harga Pertalite dan Pertamax. Kalau ingin masyarakat beralih dari menggunakan premium ke Pertalite harga Pertalite harus di pertahankan tetap murah. Jangan sebentar-sebentar dinaikkan,” gerutunya.
Penjual Pertalite dan Pertamax eceran juga merasa keberatan dengan kenaikan dua komoditi BBK tersebut.
“Kalau harga Pertalite dan Pertamax terus naik bingung cari tambahan modal. Selain itu juga kebingungan menetapkan harga jual eceran baru, ” keluh penjual Pertalite dan Pertamax eceran di wilayah Sukodadi, Margo.
Dengan dinaikannya Rp300 perliter maka harga Pertamax dari Rp7.750 perliter naik menjadi Rp 8.050 perliter, harga Pertamax turbo dari Rp 8.800 perliter naik Rp 9.100 perliter, sementara Pertamax plus yang sebelumnya Rp8.450 perliter naik Rp 8.750 perliter. Harga Pertalite yang mulai banyak dikosumsi masyarakat juga naik dari Rp 7.050 menjadi Rp 7.350 perliter.
Sedang harga Pertamina DEX dari harga Rp 8.200 perliter naik menjadi Rp8.500, harga DEX lite dari harga Rp6.900 naik menjadi Rp7.200 perliter. Dan solar keekonomian naik dari Rp 6.700 perliter menjadi Rp 7000 perliter. (tok)