SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban, Jawa Timur kini harus memutar otak untuk mencari solusi atas kekurangan stok pupuk subsidi pada Tahun 2017. Setelah ada regulasi baru dari Pemprov, Pemerintah Daerah (Pemda) Tuban direncanakan hanya mendapatkan pupuk 103.952 ton.
“Tahun ini sesuai peraturan Gubernur Jatim berkurang, Mas,†kata anggota komisi B DPRD Tuban, Warsito, melalui pesan singkat yang diterima suarabanyuurip.com, Jumat (6/1/2017).
Awal bulan Januari 2017, pihaknya bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tuban, telah menggelar rapat bersama Petrokimia Gresik dan distributor setempat. Waktu itu belum ada solusi untuk mengatasi kekurangan pupuk tahun ini.
Bila dibandingkan penyerapan pupuk subsidi tahun 2016 lalu, tentu jumlah pasokan tahun ini lebih sedikit. Sesuai data yang dihimpun dari Komisi B ada selisih 11.238 ton pupuk.
“Realisasi pupuk tahun 2016 sekira 123.190 ton, sedangkan rencana penyaluran tahun ini hanya 103.952 ton,†imbuh pria asli Kecamatan Soko dalam status Medsosnya.
Dia merinci, rencana penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2017, untuk Urea sebanyak 45.065 ton, ZA 8563 ton, SP 36 11.550 ton, Phonska 20 ribu ton, dan Petroganik sebanyak 18.774 ton.
Lebih sedikit dibandingkan rincian penyerapan pupuk 2016. Meliputi  Urea 51.380 ton, ZA 9.105 ton, SP 36 11.550 ton, Phonska 20 ribu ton, dan Petroganik 18.774 ton. Jadi total pupuk yang disalurkan ke masyarakat sekira 123.190 ton.
Apabila melihat kondisi pertanian di Tuban yang luas, dengan potensi surplus padi dan jagung. Tentu jumlah pupuk 2017 kurang. Solusinya perlu kerja keras dari dinas terkait untuk menghimbau petani menggunakan pupuk secara efisien dan berimbang.
Diantara upaya yang akan dilakukan Komisi B, akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak supaya ada tambahan pupuk 2017. Sekaligus memantau peredarannya supaya tepat sasaran.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tuban, Murtadji, sampai kini belum berkenan membalas pesan singkat yang dikirimkan suarabanyuurip.com sejak hari Kamis (5/1) kemarin.
Beberapa kali panggilan ke nomor pria yang dulunya Camat Bancar ini, juga tidak ada respon. Hanya terdengar nada sambung aktif, namun tak diangkat. (Aim)