SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, segera membentuk anak perusahaan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang menangani hulu dan hilir di industri minyak dan gas bumi (migas) jelang pengelolaan Blok Tuban.Â
Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Bojonegoro, Helmy Elisabeth, menyampaikan, untuk pengelolaan di Blok Tuban nantinya, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) akan membuat anak perusahaan.Â
“Anak perusahaannya nanti ada yang khusus menangani hulu dan hilir migas. Karena, bagian hulu tidak bisa ikut campur bagian hilir. Semua ada bagiannya sendiri-sendiri,” ujarnya, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (10/1/2017).
Untuk bagian hulu, Helmy, menuturkan, BUMD hanya mengelola potensi-potensi bisnis yang berkaitan dengan industri migas. Misalnya, konstruksi, peningkatan produksi, dan lain sebagainya yang diperlukan sebagai kontraktor di Blok Tuban.
“Bagian hilir lain lagi, di bagian ini masuk pada hasil produksi terutama pemasarannya,” tandasnya.
Saat ini, tim perekonomian Pemkab Bojonegoro masih terus melakukan rapat koordinasi untuk mematangkan rencana pengelolaan di Blok Tuban.
“Untuk bagian penyertaan modal atau Participating Interest (PI), ya pasti dibentuk BUMD lagi, bukan PT BBS yang menangani. Ini kita persiapan dulu lah semuanya,” tukasnya.(rien)