SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban– Meskipun tim Search And Rescue (SAR) gabungan telah menghentikan pencarian korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo, namun warga Desa Glagahsari, Kecamatan Soko, Tuban, Jawa Timur terus menyisir lokasi sekitar titik jatuhnya korban. Hasilnya sekitar pukul 00:01 WIB, penambang pasir asal Kabupaten Jombang, Supar (51) ditemukan di jarak 500 meter.
“Alhamdulillah korban sudah ditemukan. Tapi sudah dalam keadaan meninggal,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiono, kepada suarabanyuurip.com, melalui pesan singkatnya, Rabu (11/1/2017).
Setelah itu, korban langsung dikirim ke RSUD Dr Koesma Tuban untuk dilakukam otopsi. Upaya ini untuk membuktikan apakah ada kekerasan terhadap korban sebelum tenggelam, atau murni kecelakaan kerja.
Sebenarnya pencarian korban tenggelam di waktu malam tidak dibenarkan, karena resiko bertambahnya korban baru. Semangat dan doa warga Glagahsari terkabul, tepat tengah malam ada tanda yang menunjukan keberadaan korban.
“Waktu itu kondisi lumayan cerah sehingga memudahkan warga mengevakuasi,” imbuh Joko.
Diketahui, sejak tenggelamnya korban pada hari Senin (9/1) pukul 15:00 WIB, selama dua hari tim SAR gabungan dibantu warga terus melakukan pencarian. Diantara personil yang terlibat dalam pencarian meliputi, BPBD Tuban, Polres, Basarnas, relawan, potensi SAR, Tagana, warga sekitar serta tim medis dari Kabupaten Jombang.
Sedangkan peralatan dan perlengkapan yang disediakan diantaranya 4 perahu karet milik BPBD, warga, Polres, dan Basarnas. Ditambah sebuah ambulance dari tim medis Kabupaten Jombang. (Aim)