SuaraBanyuurip.com – Aly Imron
Tuban – Proyek pembangunan kilang minyak Tuban bakal dimulai pembangunannya pada pekan pertama bulan Juli 2017. Dijadwalkan kilang kerjasama antara PT Pertamina (Persero) dengan perusahaan minyak dan gas bumi (Migas) Rusia, Rosneft Oil Company, bakal rampung selama lima tahun.
Saat ini tahapan proses proyek senilai 14-15 USD (setara dengan Rp175 triliun) tersebut, memasuki menghimpun masukan dari publik untuk studi Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Studi ini diperkirakan bakal rampung menjelang dimulainya kontruksi.
“Sesuai jadwal pada minggu pertama Juli 2017 masuk tahap dimulainya kontruksi, pada akhir 2021 kontruksi selesai,†kata Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia PT Pertamina (Persero), Rachmad Hardadi, kepada Suarabanyuurip.com usai sosialiasi dan konsultasi publik Amdal Kilang Tuban di Gedung Korpri komplek Pendapa Krida Manunggal Tuban, Kamis (12/1/2017) sore.
Setelah itu pada bulan Februari 2022, kata Rachmad Hardadi, kilang minyak di dunia dengan kapasitas produksi hingga 400.000 barel minyak per hari itu bakal memulai produksi. Kilang ini terintegrasi dengan petrokimia.
Dia katakan, saat ini Pertamina sedang mengejar daulat energi, karena saat ini produksi minyak di tanah air sebanyak 800.000 barel perhari. Sedangkan kebutuhan minyak mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari.
Sedangkan Bupati Tuban, Fathul Huda, menyatakan, Pemkab Tuban memberi dukungan sepenuhnya terhadap proyek kilang di wilayah Kecamatan Jenu tersebut.
“Semoga investor yang datang membangun kilang minyak ini membawa manfaat kepada warga Tuban, setelah pergi pun membawa magfiroh untuk masyarakat,†tegas Fathul Huda yang kala itu juga didampingi Ketua DPRD Tuban, Miyadi. (aim)