SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Usulan kuota LPG 3 kilogram (kg) tahun 2017 untuk wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, masih menunggu pengesahan dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Namun, meski belum disahkannya usulan kuota itu tidak mempengaruhi pendistribusian tabung melon tersebut.
Menurut Staf Prekonomian Bagian Perekonomian Setda Blora, Tulus Prasetiyo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora telah mengajukan usulan kuota tersebut kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kemudian dari Pemprov mengajukan kepada BPH Migas.
“Ini masih menunggu BPH Migas mengesahkan dulu,†jelas Tulus Prasetiyo, kepada suarabanyuurip.com belum lama ini.
Meski belum disahkan, dirinya menjamin jika distribusi Elpiji tidak terkendala. Pasalnya, dalam pendistribusian Pertamina telah diberi tugas untuk menjaga pasokan elpiji bersubsidi tersebut. Tujuannya untuk menghindari terjadinya gejolak di masyarakat karena kelangkaan barang.
“Jadi Pertamina sudah menjamin kesediaan tabung elpiji 3 kilogram meskipun belum disahkan,†ujarnya.
Untuk pelaksanaan distribusi kepada masyarakat bulan Januari ini, menurut dia, diukur dengan jumlah alokasi pada bulan Juni 2016 lalu.
“Karena pada bulan Juni itu, jumlah alokasi paling banyak,†teranganya.
Itu dilakukan untuk mengantisipasi jika pada perencanaan 2017 ini telah disahkan, akan bisa terukur dan tidak berlebihan.
Untuk diketahui, Pemkab Blora mengajukan kuota untuk tahun 2017 ini sebanyak 6.580.798 tabung atau 30 persen lebih banyak dari tahun 2016 yakni sekira 5.062.000 tabung. (ams)