SuaraBanyuurip.com - Ali Imron
Tuban – Puluhan warga di lima desa Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, mensuport penuh proyek Kilang Tuban kerjasama Pertamina-Roseft Oil Company. Berbagai masukan dan saran yang konstruktif langsung disampaikan warga ke perwakilan Pertamina, dalam sosialisasi pembangunan kilang di salah satu hotel di Kecamatan Jenu.
“Kami mendukung penuh kilang selama Pertamina-Rosneft menjalin komunikasi dengan warga,” ucap perwakilan warga Desa Rawasan, Joko Widodo, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (13/1/2017).
Dia meminta, Pertamina menjadwalkan pelatihan kepada warga setempat. Bila perlu memprioritaskan lulusan SMA/SMK yang masih memiliki jangka panjang, menjadi tenaga kerja (Naker) sesuai prioritas kilang.
Keinginan tersebut juga dibenarkan oleh Muhammad Faruq, warga Desa Wadung salah satu desa yang menjadi areal kilang berkapasitas 300 ribu Barrel Per Hari (Bph). Faruq juga meminta Pertamina segera menyelesaikan ganti rugi tanaman petani setempat.
“Jika nantinya petani Wadung harus beralih profesi, tentu harus ada solusi dan dibicarakan bersama,” imbuhnya.
Tak hanya itu, dukungan juga diberikan oleh Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Faisol Rozi. Pria yang berpengalaman menyelesaikan konflik di laut utara Tuban ini berpesan, supaya Pertamina rutin berkomunikasi dengan Rukun Nelayan (RN) di lima desa.
Salah satu tahap yang perlu diprioritaskan yakni pembuatan jetty atau pelabuhan kapal. Mulai persiapan sampai pekerjaan harus dikomunikasikan, supaya ketika ada gejolak nelayan segera tertangani.
“Paling rawan terjadi biasanya jaring tersangkut kapal, atau pipa,” jelas Faisol.
Lebih jauh untuk mendukung ekosistem pantai, dia mengingatkan supaya segera dilakukan reboisasi. Tujuannya menangkal dampak lima tahun mendatang, baik bunyi, bau, hingga panas dari operasional pengolahan minyak mentah.
Masukan dan saran tersebut langsung ditanggapi oleh Project Koordinator NGGR Kilang Tuban, Amir Siagian. Pria ramah ini panjang lebar menjelaskan semua masukan akan menjadi kajian Analis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) selama enam bulan mendatang.
Momentum sosialisasi AMDAL ini baru tahap awal, nantinya ada pertemuan lagi dengan masyarakat baik sosialisasi lahan, maupun pelatihan Naker. Upaya ini untuk menjaga kondusifitas lingkungan, sebelum Kilang Tuban beroperasi pada tahun 2021.
“Komunikasi akan kami lakukan dengan semua pihak, mulai Forpimda, Muspika, Pemdes, maupun Karang Taruna,” pungkasnya. (Aim)