Ajak Petani Ikuti Asuransi Usaha Tanam Padi

Suyoto berikan asuransi petani

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto, mengajak semua petani di wilayahnya mengikuti asuransi usaha tanam padi. Hal ini dikarenakan, para petani akan mendapat ganti rugi apabila tanaman padinya mengalami gagal panen akibat bencana alam maupun serangan hama.

“Sudah ada contoh nyata pemberian klaim asuransi pada petani yang sawahnya rusak karena banjir,” ujar Suyoto, saat dialog interaktif di Pendopo Malowopati, Jumat, (13/1/2017) kemarin.

Seperti petani di Kecamatan Baureno yang mendapat klaim asuransi seluas 145,26 hektare sebesar Rp871,6 juta. Petani di Kecamatan Kapas, seluas 4,95 mendapat klaim asuransi sebesar Rp29,7 juta. Dan petani di Kecamatan Bojonegoro seluas 61,71 hektare mendapatkan klaim asuransi Rp370,260 juta.

“Apa masih takut untuk mengikuti asuransi ini. Jangan takut rugi karena pembayaran asuransi ini tidak setiap bulan. Tapi sekali pada masa tanam,” tandasnya.

Kepala Dinas Pertanian, Ahmad Djupari mengatakan, asuransi tersebut dilakukan oleh PT Asuransi Jasa Indonesia/Jasindo (Persero). Program asuransi usaha tanam padi ini sudah diikuti oleh  4.588 petani pada tahun 2016.

Baca Juga :   Puncak Penumpang Arus Balik di Stasiun KA Bojonegoro Diprediksi Besok

“Petani yang ikut asuransi tersebut total luas sawahnya 2.741,97 hektare yang tersebar di Kecamatan Balen, Padangan, Kapas, Kanor, Bojonegoro, Sumberrejo, Trucuk, Sekar, Baureno, dan Temayang,” imbuhnya.

Dari data Disperta menyebutkan, tanaman padi milik petani banyak yang mengalami gagal panen dikarenakan banjir luapan Bengawan Solo awal Desember 2016. Sementara besaran premi yang dibayar senilai Rp35.000 per hectare. Sedangkan besaran klaim asurani apabila gagal panen mencapai Rp6 juta per hektare.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *